Mohammad Hagi

Javanologi: Sastra Jawa-Islam yang Dikanonisasi

Mohammad Ali, seorang mantan kepala Arsip Nasional (Anri) dan pengajar sejarah di Univeritas Padjajaran pernah mengutarakan pikirannya menyangkut penulisan sejarah dengan judul Beberapa Masalah Tentang Historiografi Indonesia. Tulisan tersebut menjadi tema pembuka dalam buku kumpulan tulisan ahli filologi dan sejarawan lainnya yang diprakarsai oleh Soedjatmoko pada tahun 1962 berjudul Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar. Dalam catatan […]

Javanologi: Sastra Jawa-Islam yang Dikanonisasi Read More »

Memulihkan Kembali manusia dengan Alam: Sebuah Tinjauan atas Buku Sacred Nature

Buku ini saya beli tepat di bulan terbit dengan versi terjemahannya yang diterbitkan oleh Mizan pada tahun 2023. Saya sedikit beruntung karena membelinya saat momentum dan ikut acara Borobudur Writer & Cultural Festival yang saat itu membahas tema besar tentang lingkungan secara global. Judul buku ini sangat lugas dan padat yaitu “Sacred Nature”, ditulis oleh

Memulihkan Kembali manusia dengan Alam: Sebuah Tinjauan atas Buku Sacred Nature Read More »

Kebudayaan Indis: Prestise Kaum Terpelajar di Masa Hindia Belanda

Wanagalih, sebuah potret kabupaten yang direkam oleh Umar Kayam dalam novel Para Priyayi menjadi cermin lanskap kabupaten-kabupaten di Hindia Belanda, lanskap tersebut sekaligus menjadi potret persepsional seseorang yang telah menjadi priyayi baru atau kaum terpelajar baru bernama Lantip, tokoh utama novel. Ia kembali berhadapan dengan kota kelahirannya: “Sebuah kabupaten kecil yang karena kecilnya seolah dunia

Kebudayaan Indis: Prestise Kaum Terpelajar di Masa Hindia Belanda Read More »

Jejaring Ulama Nusantara dan Artikulasi Islam

Islam di Nusantara mengalami masa keemasannya yang ditenggarai oleh wali sembilan (walisanga) di abad ke-15. Wali sembilan tersebut telah berhasil mentransformasikan periode peralihan kekuasaan dari masa Hindu-Budha ke periode Islam. Islam di abad ini mulai muncul dalam konstelasi politik yang ditandai dengan munculnya Kesultanan Demak di pesisir pantai utara pulau Jawa bagian Tengah, dan wali

Jejaring Ulama Nusantara dan Artikulasi Islam Read More »

How to Read a Book: Kegiatan dan tips Membaca Buku di Tengah Disrupsi

Pengantar Seberapa pentingkah seseorang membaca buku di masa kini?, pertanyaan ini diutarakan oleh Mortimer Adler di tengah semakin pesatnya teknologi, sekitar tahun 1930-an. Berbeda dengan sekarang, rasanya sangat mudah sekali untuk seseorang mendapatkan informasi dan sumber bacaan lewat sarana teknologi yang tersedia, oleh sebab itu apa perlunya membaca buku? Secara khusus, Adler merasa bahwa masyarakat

How to Read a Book: Kegiatan dan tips Membaca Buku di Tengah Disrupsi Read More »

Tasikmalaya dan Pesantren

Persebaran pesantren di pedalaman Jawa Barat terjadi di masa awal kolonial, Islam yang semula lebih berkembang di pesisir bandar-bandar seperti Cirebon dan Banten, merangsek ke pedalaman akibat agitasi kolonial. Kendati demikian, gerak merangsek ke pedalaman tersebut tetap seiring dengan misi awal yang dibawanya, yaitu pengislaman masyarakat lokal Sunda. Proses tersebut terjadi dan dilakukan oleh para

Tasikmalaya dan Pesantren Read More »

Pesan Takwa Puasa: Ramadhan Sebagai Media Transformasi Diri

Terbilang sejak lulus dari perguruan tinggi, saya memiliki kebiasaan menamatkan dan membaca kembali lembar-lembar Nurcholish Madjid (Cak Nur) sebelum bulan puasa itu tiba. Lembar-lembar tersebut dihimpun oleh Yayasan Paramadina menjadi dua buah buku berjudul Dialog Ramadlan Bersama Cak Nur, dan Pintu-Pintu Menuju Tuhan. Mula-mula bapak saya yang memperkenalkan secara sepintas pada sosok Cak Nur saat

Pesan Takwa Puasa: Ramadhan Sebagai Media Transformasi Diri Read More »

Berziarah ke Pamijahan dan Melihat Kembali Islam

Nama dan ketokohannya tertulis dalam serpihan kecil naskah serta catatan-catatan kolonial. Tertulis karena menggambarkan sosok dan pengaruhnya pernah ada, namun hanya serpihan kecil karena untuk menelusurinya secara historis sangat terbatas. Hal serupa saya rasa dialami oleh para penyebar Islam di masa sebelumnya (Walisanga). Satu-satunya fakta yang paling mudah dilihat adalah fakta sosiologis, yaitu berdatangannya para

Berziarah ke Pamijahan dan Melihat Kembali Islam Read More »

Mengenang Buya Syafi’i Maarif: Sebuah Kenangan dan Pembacaan Ulang

~ Tulisan ini pernah dimuat di langgar.co pada bulan Juni 2021. Telah dilakukan penyuntingan ulang untuk kepentingan media yang bersangkutan. Saya pertama mengenalnya di rubrik koran Republika, catatan-catatan opininya selalu hadir setiap pekan dan terpampang di mading koran Pesantren Condong. Seperti santri pada umumnya, bacaan itu menjadi seperti oase yang melintas di waktu istirahat sore,

Mengenang Buya Syafi’i Maarif: Sebuah Kenangan dan Pembacaan Ulang Read More »