Kolom

Kebudayaan Indis: Prestise Kaum Terpelajar di Masa Hindia Belanda

Wanagalih, sebuah potret kabupaten yang direkam oleh Umar Kayam dalam novel Para Priyayi menjadi cermin lanskap kabupaten-kabupaten di Hindia Belanda, lanskap tersebut sekaligus menjadi potret persepsional seseorang yang telah menjadi priyayi baru atau kaum terpelajar baru bernama Lantip, tokoh utama novel. Ia kembali berhadapan dengan kota kelahirannya: “Sebuah kabupaten kecil yang karena kecilnya seolah dunia […]

Kebudayaan Indis: Prestise Kaum Terpelajar di Masa Hindia Belanda Read More »

Jejaring Ulama Nusantara dan Artikulasi Islam

Islam di Nusantara mengalami masa keemasannya yang ditenggarai oleh wali sembilan (walisanga) di abad ke-15. Wali sembilan tersebut telah berhasil mentransformasikan periode peralihan kekuasaan dari masa Hindu-Budha ke periode Islam. Islam di abad ini mulai muncul dalam konstelasi politik yang ditandai dengan munculnya Kesultanan Demak di pesisir pantai utara pulau Jawa bagian Tengah, dan wali

Jejaring Ulama Nusantara dan Artikulasi Islam Read More »

Sejauh Mana Persiapan Kita untuk “Hari Esok”?

WAKTU berlalu dengan cepat. Hari berganti minggu, bulan berganti tahun, dan tanpa sadar usia kita terus bertambah sementara jatah hidup di dunia semakin berkurang. Di tengah hiruk-pikuk kesibukan duniawi—entah itu rutinitas bekerja, mengejar target pencapaian, atau memenuhi berbagai tenggat waktu profesional—kita acapkali lupa untuk sejenak berhenti dan bertanya pada diri sendiri dengan jujur: Sudahkah saya

Sejauh Mana Persiapan Kita untuk “Hari Esok”? Read More »

Menyingkap Topeng Kemunafikan di Zaman Kiwari: Refleksi Q.S. Al-Hasyar 11-14

Pernahkah kita sejenak menatap pantulan diri di depan cermin dan bertanya dengan jujur, seberapa banyak topeng yang kita kenakan setiap harinya? Di era di mana citra diri dapat dikonstruksi dengan begitu mudah melalui layar gawai, kita sering kali terjebak dalam pusaran sandiwara dalam interaksi sosial. Kita dituntut untuk tampil peduli, seolah-olah berempati penuh terhadap penderitaan

Menyingkap Topeng Kemunafikan di Zaman Kiwari: Refleksi Q.S. Al-Hasyar 11-14 Read More »

How to Read a Book: Kegiatan dan tips Membaca Buku di Tengah Disrupsi

Pengantar Seberapa pentingkah seseorang membaca buku di masa kini?, pertanyaan ini diutarakan oleh Mortimer Adler di tengah semakin pesatnya teknologi, sekitar tahun 1930-an. Berbeda dengan sekarang, rasanya sangat mudah sekali untuk seseorang mendapatkan informasi dan sumber bacaan lewat sarana teknologi yang tersedia, oleh sebab itu apa perlunya untuk membaca? Secara khusus, Adler merasa bahwa masyarakat

How to Read a Book: Kegiatan dan tips Membaca Buku di Tengah Disrupsi Read More »

Tasikmalaya dan Pesantren

Persebaran pesantren di pedalaman Jawa Barat terjadi di masa awal kolonial, Islam yang semula lebih berkembang di pesisir bandar-bandar seperti Cirebon dan Banten, merangsek ke pedalaman akibat agitasi kolonial. Kendati demikian, gerak merangsek ke pedalaman tersebut tetap seiring dengan misi awal yang dibawanya, yaitu pengislaman masyarakat lokal Sunda. Proses tersebut terjadi dan dilakukan oleh para

Tasikmalaya dan Pesantren Read More »

Pesan Takwa Puasa: Ramadhan Sebagai Media Transformasi Diri

Terbilang sejak lulus dari perguruan tinggi, saya memiliki kebiasaan menamatkan dan membaca kembali lembar-lembar Nurcholish Madjid (Cak Nur) sebelum bulan puasa itu tiba. Lembar-lembar tersebut dihimpun oleh Yayasan Paramadina menjadi dua buah buku berjudul Dialog Ramadlan Bersama Cak Nur, dan Pintu-Pintu Menuju Tuhan. Mula-mula bapak saya yang memperkenalkan secara sepintas pada sosok Cak Nur saat

Pesan Takwa Puasa: Ramadhan Sebagai Media Transformasi Diri Read More »

Dari Luka ke Rahmat: Prinsip Pemaafan dalam Relasi Sosial Masyarakat Kontemporer

Melalui kanal pribadinya di Facebook yang diunggah pada tanggal 25 Januari 2026, Syekh Ali al-Jumu‘ah menekankan pentingnya pemaafan dalam relasi sosial kontemporer yang berlandaskan ajaran Islam. Dalam tulisannya, beliau menegaskan bahwa memaafkan bukan sekadar tindakan moral individu, tetapi merupakan manhaj etis yang harus dijadikan prinsip dalam interaksi sosial, sekalipun ketika seseorang berada pada posisi yang

Dari Luka ke Rahmat: Prinsip Pemaafan dalam Relasi Sosial Masyarakat Kontemporer Read More »

Pesantren Hijau: Merawat Iman dan Menjaga Alam

Krisis lingkungan bukan lagi wacana masa depan. Saat ini, banjir, krisis air bersih, cuaca ekstrem, dan degradasi lahan menjadi realitas faktual dan berita harian di Indonesia. Dalam situasi tersebut, perhatian publik seringkali tertuju pada malpraktik kebijakan negara yang tidak berpihak pada ekosistem lingkungan, juga kurangnya inovasi teknologi terbarukan untuk bisa mencegah atau menangai krisis dan

Pesantren Hijau: Merawat Iman dan Menjaga Alam Read More »

Pesantren, Bahasa Arab dan Transmisi Keilmuan Islam di Nusantara

Universitas Riyadlul Ulum mengadakan Seminar Bahasa Arab yang menghadirkan narasumber dari Perwakilan Universitas Al Azhar (Dok: Istimewa). BAHASA Arab memiliki posisi yang istimewa dalam sejarah Islam. Ia memiliki peran vital dalam transmisi ilmu, peradaban, dan nilai-nilai keislaman lintas ruang dan waktu. Sejak awal kemunculannya, bahasa Arab telah berfungsi sebagai bahasa keilmuan yang memungkinkan ajaran Islam

Pesantren, Bahasa Arab dan Transmisi Keilmuan Islam di Nusantara Read More »