Kolom

Sastra Pesantren dan Kebudayaan Lokal

Salah satu peninggalan dari sastra pesantren di masa lalu adalah nadom dan syiir, seperti halnya tembang dalam macapat pada tradisi Keraton Islam, nadom dan syiir harus dilagukan. Kemudian karena di pesantren terdapat tradisi shalawat, diba’, dan manaqib, maka nadom menjadi penghubung antara tradisi Islam dengan unsur lokal; sehingga di kemudian hari tradisi shalawat, diba, serta […]

Sastra Pesantren dan Kebudayaan Lokal Read More »

Rahasia Hidup Bahagia: Meneladani “Seni” Sabar dan Syukur dari Orang Beriman 

Pernahkah Anda merasa hidup seperti roller coaster? Suatu hari kita berada di puncak kebahagiaan karena promosi jabatan atau berita kelahiran anak, namun di hari lain kita terjun bebas ke lembah kesedihan akibat kehilangan atau kegagalan. Bagi banyak orang, fluktuasi ini adalah beban mental yang melelahkan. Namun, tahukah Anda bahwa dalam Islam, ada sebuah “mantra” yang

Rahasia Hidup Bahagia: Meneladani “Seni” Sabar dan Syukur dari Orang Beriman  Read More »

Berziarah ke Pamijahan dan Melihat Kembali Islam

Nama dan ketokohannya tertulis dalam serpihan kecil naskah serta catatan-catatan kolonial. Tertulis karena menggambarkan sosok dan pengaruhnya pernah ada, namun hanya serpihan kecil karena untuk menelusurinya secara historis sangat terbatas. Hal serupa saya rasa dialami oleh para penyebar Islam di masa sebelumnya (Walisanga). Satu-satunya fakta yang paling mudah dilihat adalah fakta sosiologis, yaitu berdatangannya para

Berziarah ke Pamijahan dan Melihat Kembali Islam Read More »

Mengenang Buya Syafi’i Maarif: Sebuah Kenangan dan Pembacaan Ulang

~ Tulisan ini pernah dimuat di langgar.co pada bulan Juni 2021. Telah dilakukan penyuntingan ulang untuk kepentingan media yang bersangkutan. Saya pertama mengenalnya di rubrik koran Republika, catatan-catatan opininya selalu hadir setiap pekan dan terpampang di mading koran Pesantren Condong. Seperti santri pada umumnya, bacaan itu menjadi seperti oase yang melintas di waktu istirahat sore,

Mengenang Buya Syafi’i Maarif: Sebuah Kenangan dan Pembacaan Ulang Read More »

Membaca Budaya Ketaatan Santri kepada Kiai di Pesantren

Di tengah arus modernitas yang menjunjung tinggi otonomi individu dan rasionalitas personal, budaya ketaatan santri kepada kiai di pondok pesantren kerap dipertanyakan. Tidak jarang, ketaatan itu dipahami secara simplistis sebagai bentuk kepatuhan buta, hierarki feodal, atau bahkan pengekangan kebebasan berpikir. Namun, pandangan semacam ini sering kali lahir dari kacamata luar yang mengabaikan logika internal pesantren

Membaca Budaya Ketaatan Santri kepada Kiai di Pesantren Read More »

Syekh Abdul Muhyi dan Persebaran Islam di Jawa Barat

Pekan kedua September bulan-bulan lalu bertepatan dengan bulan maulud, saya mengundang seorang penulis buku biografi ke sebuah acara podcast yang saya kelola di media Pesantren Condong Tasikmalaya. Kebetulan buku ini belum lama terbit, yakni bulan Juni 2025. Saya mendapati buku tersebut dari seorang teman salah satu komunitas yang mengadakan sebuah program kajian rabu sore bernama

Syekh Abdul Muhyi dan Persebaran Islam di Jawa Barat Read More »

Islam Translated: Bagaimanakah Islam Diterjemahkan?

Tulisan ini pernah dimuat sebelumnya di Duniasantri.co Buku ini merupakan sebuah disertasi dari seorang guru besar sejarah di Universitas Ibrani Yerusalem, Israel. Saya berpendapat buku dengan tema dan kajian semendalam ini mungkin hanya akan lahir dalam lima puluh atau seratus tahun sekali, pasalnya memang sangat berbobot dan langka. Pada dasarnya subjek kajian buku ini adalah

Islam Translated: Bagaimanakah Islam Diterjemahkan? Read More »

Raga Kayu Jiwa Manusia: Wayang Golek dan Upaya Penerjemahan Islam

Lima tahun lalu, saya mendapati sebuah buku dari pemberian seorang teman setibanya di Bandung. Buku tersebut merupakan sebuah disertasi antropologi sejarah yang diterbitkan oleh Ecole Francaise d’Extreme-Orient dengan judul asli “Corps de bois, souffle humain: Le theatre de marionettes wayang golek de Java Ouest” karya Sarah Anais Andrieu. Penerbit KPG kemudian menerjemahkan dan menerbitkan buku

Raga Kayu Jiwa Manusia: Wayang Golek dan Upaya Penerjemahan Islam Read More »

Jihad Pendidikan Pesantren Condong: Memadukan Tradisi dan Modernitas (Milad Seperempat Abad Keterpaduan)

Sebagai seorang alumnus Pondok Pesantren Condong yang menerapkan penggabungan antara tradisi pesantren dan pendidikan modern, saya merasa keduanya memang tidak bertentangan. Pondok Pesantren Condong menerapkan sistem terpadu (keterpaduan); yaitu tradisi pesantren berupa kitab kuning, disiplin pondok modern gontor, serta pendidikan sekolah nasional. Usai menamatkannya selama enam tahun, saya kemudian merasa berbeda ketika melanjutkan studi ke

Jihad Pendidikan Pesantren Condong: Memadukan Tradisi dan Modernitas (Milad Seperempat Abad Keterpaduan) Read More »

Kitab Kuning dalam Tradisi Pesantren

Islam masuk ke Nusantara selain melalui jalur perdagangan, juga melalui transmisi ilmu. Satu di antara produk otentik yang menandai itu adalah kitab kuning. Selain di Indonesia, kitab kuning agaknya tidak akan kita temukan di negeri-negeri Islam lain. Bisa saja kitab kuning sudah digunakan pada masa sebelum Islam, di mandala-mandala Hindu-Budha, hingga berubah bentuknya yang sekarang

Kitab Kuning dalam Tradisi Pesantren Read More »