Islam Translated: Bagaimanakah Islam Diterjemahkan?

Share on:

Facebook
X
WhatsApp

Tulisan ini pernah dimuat sebelumnya di Duniasantri.co

Buku ini merupakan sebuah disertasi dari seorang guru besar sejarah di Universitas Ibrani Yerusalem, Israel. Saya berpendapat buku dengan tema dan kajian semendalam ini mungkin hanya akan lahir dalam lima puluh atau seratus tahun sekali, pasalnya memang sangat berbobot dan langka. Pada dasarnya subjek kajian buku ini adalah keterangan hadis nabi, karenanya buku ini banyak dikaji oleh para sarjana hadis di Indonesia. Namun lebih dari itu, buku ini menjadi kaya karena ditinjau dari keseluruhan kompleksitas dan latar budaya masyarakat yang menerima dan dipengaruhi oleh keterangan hadist tersebut, Ronit Ricci sebagai penulis memotretnya di Kawasan Asian Selatan dan Tenggara. Keterangan hadist ini berberkisah tentang seorang yahudi bernama Abdullah bin Salam (dikenal memiliki banyak murid), lalu menghadap pada nabi Muhammad (saw) dengan membawa banyak pertanyaan.

Di akhir kisah, setelah pertanyaan-pertanyaan itu mendapat jawaban yang meyakinkan, Abdullah bin Salam beserta para murid yang mengikutinya melakukan perpindahan (memeluk) pada Islam. Kisah itu kemudian menjadi legenda yang dinamakan “Hikayat Seribu Pertanyaan” di masyarakat Melayu dan Jawa. Bagi sebagian sarjana hadist di Indonesia, keterangan hadist yang menceritakan Abdullah bin Salam dalam buku ini merupakan hadist yang telah mempribumi. Dengan begitu, masyarakat hari ini bisa melihat bahwa di masa awal formatur Islam (abad ke-16), hadist bukan sebatas teks yang dibacakan secara rigid, namun teks yang kemudian menjadi sesuatu yang hidup (living sunnah) dalam tradisi di masyarakat. Hal tersebut menjadi sebuah potret sekaligus pertanyaan: bagaimanakah para penyebar Islam masa awal di Nusantara, mampu menerjemahkan Islam secara utuh, lengkap, dan tuntas?

Menerjemahkan Islam sering dimetaforkan dengan kerja menanamkan pohon, metafor ini sering digunakan oleh para filsuf dan mistikus Islam sejak abad pertengahan. Sebut saja di antaranya ialah Ibnu Arabi yang menulis kitab Syajarah Al-kawn, para penerjemah ajaran-ajaran Ibn Arabi di Nusantara seperti Hamzah Fansuri menggunakan metafor Syajarah tersebut dengan pohon kelapa.

Begitu pula para ulama Hadrami yang datang lebih belakangan ke kepulauan Nusantara, menyebarkan Islam dengan perumpamaan tentang penanaman pohon kelapa sebagai cikal bakal Islam yang lebih cocok sesuai iklim tropis, ketimbang pohon kurma sebagaimana di tanah kelahiran mereka. Pohon kelapa yang seluruh elemennya bermanfaat seringkali dianalogikan pada hadist Nabi akan manusia, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Bila sudah sampai pada tahap demikian, manusia sudah bisa dikatakan sempurna atau menjadi insan kamil. Lebih terperinci lagi, Hamzah Fansuri bahkan membuat perumpaan buah kelapa sebagai inti ajaran dari Islam itu sendiri, saya kutip dalam buku Pengantar Sedjarah dan Adjaran Islam, karya Soebardi, hlm. 45:

Perumpaan Islam adalah sebiji kelapa dengan sabutnya, tempurungnya, dagingnya, dan minyaknya: syari’ah sabutnya, tariqah adalah tempurungnya, haqiqah adalah dagingnya, ma’rifah adalah minyaknya. Dengan empat hal ini, manusia menurut hukum sudah sempurna. Jika salah satu dari hal ini hilang, ia tidak lagi sempurna, Jika kelapa tumbuh tanpa sabutnya, tentu ia tidak akan tumbuh, dan bahkan ia akan hancur. Demikian, Tuhan menuntut manusia untuk menjadi sempurna, tidak memisahkan satu sama lain antara syari’ah, tariqah, haqiqah, dan ma’rifah.

Buku Islam Translated yang ditulis oleh Ronit Ricci menghadirkan bentangan sejarah yag bersumber dari hikayat Melayu, lewat sumber hikayat ini pula kita bisa melihat kembali kondisi dan dinamika masyarakat di masa itu (sekitar abad ke-16) yang rupa-rupannya sudah kosmopolis. Sebagaimana keterangan sejarawan lain seperti Antony Reid, dalam karyanya “Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680; Tanah di Bawah Angin” mengemukakan bahwa hingga abad ke-16, Malaka (semenanjung Melayu) menjadi daerah paling urban, dan memiliki penduduk kota yang paling padat di dunia. Malaka yang merupakan selat yang mempertemukan jalur perdagangan dunia timur dan barat, sudah terkelo dan didominasi oleh masyarakat kosmopolis Arab, sebelum di paruh kedua abad itu mengalami kekalahan dan dipukul mundur oleh Portugis. Meski demikian, dalam pengakuan Portugis, ia tidak bisa menciptakan pengelolaan komunitas dagang kosmopolit yang serupa ketika selat itu sudah diambil alih oleh Portugis.

Abdullah bin Salam, adalah tokoh utama dalam isi naskah hikayat melayu di abad ke-16. Dalam buku ini ia banyak dikatakan beruntung karena menjadi generasi terakhir yang selain mengalami secara langsung dengan kehidupan nabi, juga menjadi seorang mualaf. Dengan alasan dan latar belakang demikian, riwayat hidupnya kemudian dijadikan potret dalam sebuah cerita hikayat yang diharapkan dapat menggugah akan akhir periode hidupnya memeluk Islam. Namun uniknya, hikayat tersebut tidak hadir di tanah jazirah Arab tempat kelahiran nabi, namun justru hidup dan menjadi legenda di Kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Maka, Islam itu kemudian menjadi benar-benar bisa meresap dan diterjemahkan sesuai dengan ragam kebudayaan masyarakatnya.

Di dunia Melayu, selain bahasanya yang paling banyak menyerap bahasa Islam beserta penggunaannya, ia menjadi bahasa pertama di Asia Tenggara yang banyak menerjemahkan naskah-naskah bahasa Arab dan Farsi. Kemudian naskah-naskah ini diterjemahkan kembali ke dalam bentuk yang telah ada, yaitu berupa hikayat. Sampai di tahap ini, bahasa Melayu yang merupakan bahasa perdagangan beriring dengan kerja penerjemahan berbahasa arab yang di masa itu menjadi bahasa kosmopolis di jalur komunitas perdagangan. Kemudian, kerja penerjemahan tersebut tidak lantas meninggalkan warisan lama, hikayat yang merupakan peninggalan lama pra-Islam tetap digunakan dan menjadi medium penerjemahan pada cerita Islam. Dengan demikian, masyarakat yang hidup dalam tradisi itu tertransformasikan pada Islam.

Sementara dalam tradisi Jawa, Hikayat Seribu Pertanyaan dikenal dengan sebutan Kitab Samud yang bercerita tentang kesinambungan dan perubahan. Ia masuk lebih belakangan, yaitu abad ke-19. Hikayat ini masuk ke Jawa seiring oleh pengaruh yang membawanya, yaitu tarekat syatariah. Karena di abad ke-16 hingga abad ke-18, tarekat syatariah memiliki pengaruh yang luas dan cukup populer. Hal ini berdasar karena tarekat ini lekat dengan ajaran wujudiyah (sebagaimana hamzah fansuri), juga karena ajaran-ajarannya yang spekulatif dan lebih sesuai dengan penggunaan seni Jawa yang menggunakan kiasan-kiasan.

Kemudian di Jawa, Hikayat Seribu Pertanyaan ini beralih bentuk menjadi tembang bernama Soeloek Syeh Ngabdoessalam yang tetap tidak bisa dilepaskan dari pengaruh awal tarekat yang membawanya. Meskipun bila kita lihat lagi, di paruh kedua abad ke-18 hingga sekarang, tarekat syatariah telah meredup dan tergeser dengan tarekat Naqsabandiyah dan Qoddiriyah yang lebih mengedepankan hukum Islam formatif.

Inti keseluruhan dari naskah Hikayat Seribu Pertanyaan yang diteliti dalam buku ini adalah perihal penerjemahan Islam. Penerjemahan yang dimaksud bukan sebatas dari teks ke teks, namun dari teks (pasca sepeninggal nabi) ke sesuatu yang mewujud hidup (usaha penghadiran nabi itu sendiri) di masyarakat. Dengan demikian, tranmisi ilmu dalam teks-teks tersebut harus diupayakan dalam praktik hidup berkebudayaan. Hal ini tentu akan menjadi berbeda (secara lahiriah) akan penerjemahan Islam. Namun justru demikian, Islam sebagai rahmat berfungsi dengan semestinya.

Ia tida kemudian merusak ragam kultur yang telah ada, karena sebagaimana kita tahu (dalam keterangan Al-qur’an), bahwa Islam adalah rahmat bagi alam semesta, ia melingkupi semua batas-batas identitas yang terangkum oleh kebudayaannya yang berbeda-beda. Bersamaan dengan itu, Islam (al-Qur’an) di peruntukan untuk manusia. Dengan demikian, ia harus diterjemahkan ke dalam bahasa dan rangkum kebudayaan yang berbeda-beda itu agar bisa dimengerti secara utuh. Sehingga, kalam-kalam langit Al-Qur’an (Islam) bisa hadir di bumi dan aktual dalam kehidupan manusia.

Dengan demikian, bagi saya, di periode abad ke-16 yang telah dipotret oleh para sejarawan, bahwa telah tercipta sebuah kehidupan yang kosmopolis, dan Islam bersemai seturut dengan laju zamannya untuk memberikan rahmat. Artinya, di rentang waktu hingga abad ke-16 itu, dengan ditulisnya Hikayat Seribu Pertanyaan sebagaimana telah diteliti dalam buku ini, kita bisa melihat para cendekia dan penyebar Islam telah berhasil dalam menerjemahkan Islam seturut dengan corak kebudayaan dan laju zamannya masing-masing. Pertanyaannya, tinggal bagaimanakah kita sebagai generasi yang mewarisi khazanah itu menafsir dan menerjemahkannya kembali untuk kini dan generasi yang akan datang?

[custom_views]

Share on :

Facebook
X
WhatsApp
Kencang77smm panel murahKencang77 Heylinkprediksi togel akuratprediksi togel kencang77prediksi togel terbarupengeluaran togelhttps://www.zeverix.comsmm murahsmm indonesiasmm panelsmm terpercayasmm internasionalslot gacorslot onlineslot gacor hari iniNews Daily 26020001News Daily 26020002News Daily 26020003News Daily 26020004News Daily 26020005News Daily 26020006News Daily 26020007News Daily 26020008News Daily 26020009News Daily 26020010News Daily 26020011News Daily 26020012News Daily 26020013News Daily 26020014News Daily 26020015News Daily 26020016News Daily 26020017News Daily 26020018News Daily 26020019News Daily 26020020News Daily 26020021News Daily 26020022News Daily 26020023News Daily 26020024News Daily 26020025News Daily 26020026News Daily 26020027News Daily 26020028News Daily 26020029News Daily 26020030Daily News 26020001Daily News 26020002Daily News 26020003Daily News 26020004Daily News 26020005Daily News 26020006Daily News 26020007Daily News 26020008Daily News 26020009Daily News 26020010Daily News 26020011Daily News 26020012Daily News 26020013Daily News 26020014Daily News 26020015Daily News 26020016Daily News 26020017Daily News 26020018Daily News 26020019Daily News 26020020Daily News 26020021Daily News 26020022Daily News 26020023Daily News 26020024Daily News 26020025Daily News 26020026Daily News 26020027Daily News 26020028Daily News 26020029Daily News 26020030Berita 260066Berita 260067Berita 260068Berita 260069Berita 260070Berita 260071Berita 260072Berita 260073Berita 260074Berita 260075Berita 260076Berita 260077Berita 260078Berita 260079Berita 260080Berita 260081Berita 260082Berita 260083Berita 260084Berita 260085Berita 260086Berita 260087Berita 260088Berita 260089Berita 260090Berita Ende 60071Berita Ende 60072Berita Ende 60073Berita Ende 60074Berita Ende 60075Berita Ende 60076Berita Ende 60077Berita Ende 60078Berita Ende 60079Berita Ende 60080Berita Ende 60081Berita Ende 60082Berita Ende 60083Berita Ende 60084Berita Ende 60085Berita Ende 60086Berita Ende 60087Berita Ende 60088Berita Ende 60089Berita Ende 60090Berita UMKM 260208076Berita UMKM 260208077Berita UMKM 260208078Berita UMKM 260208079Berita UMKM 260208080Berita UMKM 260208081Berita UMKM 260208082Berita UMKM 260208083Berita UMKM 260208084Berita UMKM 260208085Berita UMKM 260208086Berita UMKM 260208087Berita UMKM 260208088Berita UMKM 260208089Berita UMKM 260208090Berita Bisnis 2680031Berita Bisnis 2680032Berita Bisnis 2680033Berita Bisnis 2680034Berita Bisnis 2680035Berita Bisnis 2680036Berita Bisnis 2680037Berita Bisnis 2680038Berita Bisnis 2680039Berita Bisnis 2680040Berita Bisnis 2680041Berita Bisnis 2680042Berita Bisnis 2680043Berita Bisnis 2680044Berita Bisnis 2680045Berita Bisnis 2680046Berita Bisnis 2680047Berita Bisnis 2680048Berita Bisnis 2680049Berita Bisnis 2680050Berita Bisnis 2680051Berita Bisnis 2680052Berita Bisnis 2680053Berita Bisnis 2680054Berita Bisnis 2680055Berita Bisnis 2680056Berita Bisnis 2680057Berita Bisnis 2680058Berita Bisnis 2680059Berita Bisnis 2680060News 26028001News 26028002News 26028003News 26028004News 26028005News 26028006News 26028007News 26028008News 26028009News 26028010News 26028011News 26028012News 26028013News 26028014News 26028015News 26028016News 26028017News 26028018News 26028019News 26028020News 26028021News 26028022News 26028023News 26028024News 26028025News 26028026News 26028027News 26028028News 26028029News 26028030daily News 280001daily News 280002daily News 280003daily News 280004daily News 280005daily News 280006daily News 280007daily News 280008daily News 280009daily News 280010daily News 280011daily News 280012daily News 280013daily News 280014daily News 280015daily News 280016daily News 280017daily News 280018daily News 280019daily News 280020daily News 280021daily News 280022daily News 280023daily News 280024daily News 280025daily News 280026daily News 280027daily News 280028daily News 280029daily News 280030Daily News Indonesia 80201Daily News Indonesia 80202Daily News Indonesia 80203Daily News Indonesia 80204Daily News Indonesia 80205Daily News Indonesia 80206Daily News Indonesia 80207Daily News Indonesia 80208Daily News Indonesia 80209Daily News Indonesia 80210Daily News Indonesia 80211Daily News Indonesia 80212Daily News Indonesia 80213Daily News Indonesia 80214Daily News Indonesia 80215Daily News Indonesia 80216Daily News Indonesia 80217Daily News Indonesia 80218Daily News Indonesia 80219Daily News Indonesia 80220Daily News Indonesia 80221Daily News Indonesia 80222Daily News Indonesia 80223Daily News Indonesia 80224Daily News Indonesia 80225Daily News Indonesia 80226Daily News Indonesia 80227Daily News Indonesia 80228Daily News Indonesia 80229Daily News Indonesia 80230kencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiaDaily News 60091Daily News 60092Daily News 60093Daily News 60094Daily News 60095Daily News 60096Daily News 60097Daily News 60098Daily News 60099Daily News 60100Daily News 60101Daily News 60102Daily News 60103Daily News 60104Daily News 60105Daily News 60106Daily News 60107Daily News 60108Daily News 60109Daily News 60110Daily News 60111Daily News 60112Daily News 60113Daily News 60114Daily News 60115Daily News 60116Daily News 60117Daily News 60118Daily News 60119Daily News 60120Daily News 60121Daily News 60122Daily News 60123Daily News 60124Daily News 60125Daily News 60126Daily News 60127Daily News 60128Daily News 60129Daily News 60130kencang77Kencang77 loginlink utama kencang77Berita Harian 260208091Berita Harian 260208092Berita Harian 260208093Berita Harian 260208094Berita Harian 260208095Berita Harian 260208096Berita Harian 260208097Berita Harian 260208098Berita Harian 260208099Berita Harian 260208100Berita Harian 260208101Berita Harian 260208102Berita Harian 260208103Berita Harian 260208104Berita Harian 260208105Berita Harian 260208106Berita Harian 260208107Berita Harian 260208108Berita Harian 260208109Berita Harian 260208110Berita Harian 260208111Berita Harian 260208112Berita Harian 260208113Berita Harian 260208114Berita Harian 260208115Berita Harian 260208116Berita Harian 260208117Berita Harian 260208118Berita Harian 260208119Berita Harian 260208120Berita 202680231Berita 202680232Berita 202680233Berita 202680234Berita 202680235Berita 202680236Berita 202680237Berita 202680238Berita 202680239Berita 202680240Berita 202680241Berita 202680242Berita 202680243Berita 202680244Berita 202680245Berita 202680246Berita 202680247Berita 202680248Berita 202680249Berita 202680250Berita 202680251Berita 202680252Berita 202680253Berita 202680254Berita 202680255Berita 202680256Berita 202680257Berita 202680258Berita 202680259Berita 202680260Berita 202680261Berita 202680262Berita 202680263Berita 202680264Berita 202680265Berita 202680266Berita 202680267Berita 202680268Berita 202680269Berita 202680270Berita 280031Berita 280032Berita 280033Berita 280034Berita 280035Berita 280036Berita 280037Berita 280038Berita 280039Berita 280040Berita 280041Berita 280042Berita 280043Berita 280044Berita 280045Berita 280046Berita 280047Berita 280048Berita 280049Berita 280050Berita 280051Berita 280052Berita 280053Berita 280054Berita 280055Berita 280056Berita 280057Berita 280058Berita 280059Berita 280060