Kolom

Jejaring Ulama Nusantara dan Penerjemahan Islam

Islam di Nusantara mengalami masa keemasannya yang ditenggarai oleh wali sembilan (walisanga) di abad ke-15. Wali sembilan tersebut telah berhasil mentransformasikan periode peralihan kekuasaan dari masa Hindu-Budha ke periode Islam. Islam di abad ini mulai muncul dalam konstelasi politik yang ditandai dengan munculnya Kesultanan Demak di pesisir pantai utara pulau Jawa bagian Tengah, dan wali […]

Jejaring Ulama Nusantara dan Penerjemahan Islam Read More »

Tasikmalaya dan Pesantren

Persebaran pesantren di pedalaman Jawa Barat terjadi di masa awal kolonial, Islam yang semula lebih berkembang di pesisir bandar-bandar seperti Cirebon dan Banten, merangsek ke pedalaman akibat agitasi kolonial. Kendati demikian, gerak merangsek ke pedalaman tersebut tetap seiring dengan misi awal yang dibawanya, yaitu pengislaman masyarakat lokal Sunda. Proses tersebut terjadi dan dilakukan oleh para

Tasikmalaya dan Pesantren Read More »

Pesan Takwa Puasa: Ramadhan Sebagai Media Transformasi Diri

Terbilang sejak lulus dari perguruan tinggi, saya memiliki kebiasaan menamatkan dan membaca kembali lembar-lembar Nurcholish Madjid (Cak Nur) sebelum bulan puasa itu tiba. Lembar-lembar tersebut dihimpun oleh Yayasan Paramadina menjadi dua buah buku berjudul Dialog Ramadlan Bersama Cak Nur, dan Pintu-Pintu Menuju Tuhan. Mula-mula bapak saya yang memperkenalkan secara sepintas pada sosok Cak Nur saat

Pesan Takwa Puasa: Ramadhan Sebagai Media Transformasi Diri Read More »

Dari Luka ke Rahmat: Prinsip Pemaafan dalam Relasi Sosial Masyarakat Kontemporer

Melalui kanal pribadinya di Facebook yang diunggah pada tanggal 25 Januari 2026, Syekh Ali al-Jumu‘ah menekankan pentingnya pemaafan dalam relasi sosial kontemporer yang berlandaskan ajaran Islam. Dalam tulisannya, beliau menegaskan bahwa memaafkan bukan sekadar tindakan moral individu, tetapi merupakan manhaj etis yang harus dijadikan prinsip dalam interaksi sosial, sekalipun ketika seseorang berada pada posisi yang

Dari Luka ke Rahmat: Prinsip Pemaafan dalam Relasi Sosial Masyarakat Kontemporer Read More »

Pesantren Hijau: Merawat Iman dan Menjaga Alam

Krisis lingkungan bukan lagi wacana masa depan. Saat ini, banjir, krisis air bersih, cuaca ekstrem, dan degradasi lahan menjadi realitas faktual dan berita harian di Indonesia. Dalam situasi tersebut, perhatian publik seringkali tertuju pada malpraktik kebijakan negara yang tidak berpihak pada ekosistem lingkungan, juga kurangnya inovasi teknologi terbarukan untuk bisa mencegah atau menangai krisis dan

Pesantren Hijau: Merawat Iman dan Menjaga Alam Read More »

Pesantren, Bahasa Arab dan Transmisi Keilmuan Islam di Nusantara

Universitas Riyadlul Ulum mengadakan Seminar Bahasa Arab yang menghadirkan narasumber dari Perwakilan Universitas Al Azhar (Dok: Istimewa). BAHASA Arab memiliki posisi yang istimewa dalam sejarah Islam. Ia memiliki peran vital dalam transmisi ilmu, peradaban, dan nilai-nilai keislaman lintas ruang dan waktu. Sejak awal kemunculannya, bahasa Arab telah berfungsi sebagai bahasa keilmuan yang memungkinkan ajaran Islam

Pesantren, Bahasa Arab dan Transmisi Keilmuan Islam di Nusantara Read More »

Rahasia Hidup Bahagia: Meneladani “Seni” Sabar dan Syukur dari Orang Beriman 

Pernahkah Anda merasa hidup seperti roller coaster? Suatu hari kita berada di puncak kebahagiaan karena promosi jabatan atau berita kelahiran anak, namun di hari lain kita terjun bebas ke lembah kesedihan akibat kehilangan atau kegagalan. Bagi banyak orang, fluktuasi ini adalah beban mental yang melelahkan. Namun, tahukah Anda bahwa dalam Islam, ada sebuah “mantra” yang

Rahasia Hidup Bahagia: Meneladani “Seni” Sabar dan Syukur dari Orang Beriman  Read More »

Berziarah ke Pamijahan dan Melihat Kembali Islam

Nama dan ketokohannya tertulis dalam serpihan kecil naskah serta catatan-catatan kolonial. Tertulis karena menggambarkan sosok dan pengaruhnya pernah ada, namun hanya serpihan kecil karena untuk menelusurinya secara historis sangat terbatas. Hal serupa saya rasa dialami oleh para penyebar Islam di masa sebelumnya (Walisanga). Satu-satunya fakta yang paling mudah dilihat adalah fakta sosiologis, yaitu berdatangannya para

Berziarah ke Pamijahan dan Melihat Kembali Islam Read More »

Mengenang Buya Syafi’i Maarif: Sebuah Kenangan dan Pembacaan Ulang

~ Tulisan ini pernah dimuat di langgar.co pada bulan Juni 2021. Telah dilakukan penyuntingan ulang untuk kepentingan media yang bersangkutan. Saya pertama mengenalnya di rubrik koran Republika, catatan-catatan opininya selalu hadir setiap pekan dan terpampang di mading koran Pesantren Condong. Seperti santri pada umumnya, bacaan itu menjadi seperti oase yang melintas di waktu istirahat sore,

Mengenang Buya Syafi’i Maarif: Sebuah Kenangan dan Pembacaan Ulang Read More »