Mohammad Hagi

Jejaring Ulama Nusantara dan Penerjemahan Islam

Islam di Nusantara mengalami masa keemasannya yang ditenggarai oleh wali sembilan (walisanga) di abad ke-15. Wali sembilan tersebut telah berhasil mentransformasikan periode peralihan kekuasaan dari masa Hindu-Budha ke periode Islam. Islam di abad ini mulai muncul dalam konstelasi politik yang ditandai dengan munculnya Kesultanan Demak di pesisir pantai utara pulau Jawa bagian Tengah, dan wali […]

Jejaring Ulama Nusantara dan Penerjemahan Islam Read More »

Tasikmalaya dan Pesantren

Persebaran pesantren di pedalaman Jawa Barat terjadi di masa awal kolonial, Islam yang semula lebih berkembang di pesisir bandar-bandar seperti Cirebon dan Banten, merangsek ke pedalaman akibat agitasi kolonial. Kendati demikian, gerak merangsek ke pedalaman tersebut tetap seiring dengan misi awal yang dibawanya, yaitu pengislaman masyarakat lokal Sunda. Proses tersebut terjadi dan dilakukan oleh para

Tasikmalaya dan Pesantren Read More »

Pesan Takwa Puasa: Ramadhan Sebagai Media Transformasi Diri

Terbilang sejak lulus dari perguruan tinggi, saya memiliki kebiasaan menamatkan dan membaca kembali lembar-lembar Nurcholish Madjid (Cak Nur) sebelum bulan puasa itu tiba. Lembar-lembar tersebut dihimpun oleh Yayasan Paramadina menjadi dua buah buku berjudul Dialog Ramadlan Bersama Cak Nur, dan Pintu-Pintu Menuju Tuhan. Mula-mula bapak saya yang memperkenalkan secara sepintas pada sosok Cak Nur saat

Pesan Takwa Puasa: Ramadhan Sebagai Media Transformasi Diri Read More »

Berziarah ke Pamijahan dan Melihat Kembali Islam

Nama dan ketokohannya tertulis dalam serpihan kecil naskah serta catatan-catatan kolonial. Tertulis karena menggambarkan sosok dan pengaruhnya pernah ada, namun hanya serpihan kecil karena untuk menelusurinya secara historis sangat terbatas. Hal serupa saya rasa dialami oleh para penyebar Islam di masa sebelumnya (Walisanga). Satu-satunya fakta yang paling mudah dilihat adalah fakta sosiologis, yaitu berdatangannya para

Berziarah ke Pamijahan dan Melihat Kembali Islam Read More »

Mengenang Buya Syafi’i Maarif: Sebuah Kenangan dan Pembacaan Ulang

~ Tulisan ini pernah dimuat di langgar.co pada bulan Juni 2021. Telah dilakukan penyuntingan ulang untuk kepentingan media yang bersangkutan. Saya pertama mengenalnya di rubrik koran Republika, catatan-catatan opininya selalu hadir setiap pekan dan terpampang di mading koran Pesantren Condong. Seperti santri pada umumnya, bacaan itu menjadi seperti oase yang melintas di waktu istirahat sore,

Mengenang Buya Syafi’i Maarif: Sebuah Kenangan dan Pembacaan Ulang Read More »

Syekh Abdul Muhyi dan Persebaran Islam di Jawa Barat

Pekan kedua September bulan-bulan lalu bertepatan dengan bulan maulud, saya mengundang seorang penulis buku biografi ke sebuah acara podcast yang saya kelola di media Pesantren Condong Tasikmalaya. Kebetulan buku ini belum lama terbit, yakni bulan Juni 2025. Saya mendapati buku tersebut dari seorang teman salah satu komunitas yang mengadakan sebuah program kajian rabu sore bernama

Syekh Abdul Muhyi dan Persebaran Islam di Jawa Barat Read More »

Islam Translated: Bagaimanakah Islam Diterjemahkan?

Tulisan ini pernah dimuat sebelumnya di Duniasantri.co Buku ini merupakan sebuah disertasi dari seorang guru besar sejarah di Universitas Ibrani Yerusalem, Israel. Saya berpendapat buku dengan tema dan kajian semendalam ini mungkin hanya akan lahir dalam lima puluh atau seratus tahun sekali, pasalnya memang sangat berbobot dan langka. Pada dasarnya subjek kajian buku ini adalah

Islam Translated: Bagaimanakah Islam Diterjemahkan? Read More »

Raga Kayu Jiwa Manusia: Wayang Golek dan Upaya Penerjemahan Islam

Lima tahun lalu, saya mendapati sebuah buku dari pemberian seorang teman setibanya di Bandung. Buku tersebut merupakan sebuah disertasi antropologi sejarah yang diterbitkan oleh Ecole Francaise d’Extreme-Orient dengan judul asli “Corps de bois, souffle humain: Le theatre de marionettes wayang golek de Java Ouest” karya Sarah Anais Andrieu. Penerbit KPG kemudian menerjemahkan dan menerbitkan buku

Raga Kayu Jiwa Manusia: Wayang Golek dan Upaya Penerjemahan Islam Read More »

Jihad Pendidikan Pesantren Condong: Memadukan Tradisi dan Modernitas (Milad Seperempat Abad Keterpaduan)

Sebagai seorang alumnus Pondok Pesantren Condong yang menerapkan penggabungan antara tradisi pesantren dan pendidikan modern, saya merasa keduanya memang tidak bertentangan. Pondok Pesantren Condong menerapkan sistem terpadu (keterpaduan); yaitu tradisi pesantren berupa kitab kuning, disiplin pondok modern gontor, serta pendidikan sekolah nasional. Usai menamatkannya selama enam tahun, saya kemudian merasa berbeda ketika melanjutkan studi ke

Jihad Pendidikan Pesantren Condong: Memadukan Tradisi dan Modernitas (Milad Seperempat Abad Keterpaduan) Read More »