Berziarah ke Pamijahan dan Melihat Kembali Islam

Share on:

Facebook
X
WhatsApp


Nama dan ketokohannya tertulis dalam serpihan kecil naskah serta catatan-catatan kolonial. Tertulis karena menggambarkan sosok dan pengaruhnya pernah ada, namun hanya serpihan kecil karena untuk menelusurinya secara historis sangat terbatas. Hal serupa saya rasa dialami oleh para penyebar Islam di masa sebelumnya (Walisanga). Satu-satunya fakta yang paling mudah dilihat adalah fakta sosiologis, yaitu berdatangannya para peziarah dari berbagai penjuru negeri, fakta ini menjadi sesuatu yang hidup (living) di masyarakat.

Meskipun fakta sosiologis (ziarah) ini bisa menjadi bukti memadai dalam penelusuran antropologis, sebagaimana telah dilakukan oleh para antropolog seperti D. A Rinkes dalam karya bukunya berjudul Wali Sembilan Tanah Jawa, namun sebagai bukti empirik dalam narasi sejarah, fakta sosiologis tersebut dinilai samar untuk menjadi sebuah fakta sejarah.

Hari minggu tempo hari, saya berziarah ke Pamijahan seorang diri. Ini merupakan perjalan kedua, setelah Desember tahun lalu, saya berziarah bersama tamu dan seorang mualaf asal Kanada yang datang ke kantor tempat saya bekerja di Yogyakarta. Waktu itu, rencana awalnya akan melakukan etnografi kecil dan menginap barang tiga malam, harapannya bisa menemukan naskah-naskah penting dan temuan-temuan baru tentang riwayat Syekh Abdul Muhyi.



Namun karena satu dan lain hal, ziarah dilakukan sehari dan hanya menemui satu juru junci sebagai sumber infomasi utama. Cukup beruntung, saat itu diberi akses melihat dan memotret pada peninggalan naskah yang menjelaskan ajaran serta silsilah (guru-murid) Syekh Abdul Muhyi. Dalam naskah tersebut tertulis keterangan silsilah keguruan Syekh Abdul Muhyi kepada Syekh Abdurrauf As-singkili, dan Syekh Hamzah Fansuri. Kemudian sang juru kunci memaparkan sebagaimana yang telah menjadi pengetahuan umum, bahwa Syekh Abdul Muhyi merupakan penyebar Islam yang mengembangkan dan membawa tarekat Shatariyah pertama ke Jawa.

Untuk melihat tarekat Syatariah di masa ketika itu, saya kebetulan mendapati temuan karya filologi yang merupakan disertasi Tommy Kristomy di Australia National University berjudul “Sign of Wali” yang khusus meneliti Syekh Abdul Muhyi. Dalam karya itu dijelaskan bahwa: pertama, tarekat adalah aspek penting dalam penyebaran agama Islam, terlebih di saat itu (abad ke-17 hingga abad ke-18) tarekat Shatariah merupakan tarekat paling luas pengaruhnya dan cukup populer di kepulauan Nusantara. Kedua, hal tersebut dilatar belakangi karena tarekat ini (Shatariyah) banyak menampung ekpresi dan kebutuhan lokal untuk mengembangkan Islam di Nusantara yang kebudayaannya sangat beragam.

Karya filologi lainnya yang turut memotret di fase itu adalah disertasi Prof. Oman Faturahman berjudul “Menyoal Wahdatul Wujud: Kasus Abdurrauf Singkel di Aceh Abad 17”, yang menjelaskan soal polemik yang terjadi di Aceh dan mencoba diketengahkan oleh Syekh Abdurrauf, terutama ketika polemik itu menimpa Syekh Hamzah Fansuri yang dikenal sebagai penerjemah ajaran-ajaran Ibn Arabi dan mendapat pertentangan dari Nuruddin Arraniri. Baru kemudian di abad setelahnya (abad ke-19 hingga sekarang), Martin Van Bruinessen dalam karya bukunya “Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat,” menemukan potret terjadinya perubahan serta pergeseran arus pada tarekat Naqsabandiyah dan Qodiriyah yang dinilai lebih formatif.

Tempo hari, saya mencoba membaca ulang beberapa buku yang memotret dan menjelaskan ziarah. Pertama karya guru besar filolog asal Perancis Henry Chambert-Loir dan Claude Guillot, “Ziarah dan Wali dalam Islam”. Dalam buku ini saya menangkap praktik ziarah dalam Islam adalah hal yang klasik, karena kajian regional dalam buku ini cukup luas dan mencakup hampir semua wilayah Islam, terutama Asia Barat dan semenanjung Afrika. Praktik ziarah sebenarnya sudah ada di masa Islam awal, meskipun belakangan terjadi perdebatan oleh kaum Islam modernis yang membasiskan diri pada tradisi teks, mempertanyakan (beberapa membid’ah bahkan kaum wahabi mengharamkan) praktik ziarah. Namun dalam satu dekade terakhir, perdebatan itu sudah tidak menguat lagi karena terjadi dialog di kalangan para sarjana muslim dengan latar belakang Islam tradisi.

Yang menarik justru datang dari karya seorang antropolog asal Australia bernama George Quinn, “Bandit Saints of Java: How Java’s Saints Are Challenging Fundamentalist in Modern Indonesia”. George Quinn yang mendaku sebagai seorang ateis merasa terheran: pertama, ia menemukan fakta statistik angka peziarah yang terus naik setiap tahunnya, terlebih lagi di kalangan generasi muda urban yang notabene orang tuanya sudah tidak lagi melakukan hal itu. Kedua, tujuan ziarah itu mengarah ke tempat dan makam-makam keramat yang dianggap orang suci atau para wali. Keheranan muncul justru pada para penyebar Islam yang tertutupi, ditutupi, bahkan tidak jelas dalam riwayat teks hagiografi sejarah modern. Terlepas kita bisa melihat kuatnya pengaruh kolonial yang berkepentingan menyingkirkan kekuatan Islam saat itu, namun riwayat-riwayat hagiografi orang suci atau para wali itu menjelma dalam fakta sosilogis yang hidup (living) di masyarakat.

Islam dalam Arus Balik Sejarah


Sependek penelusuran sampai saat ini, saya membagi periode Islam di kepulauan Nusantara menjadi tiga (terlebih saya menyederhanakannya pada wilayah Jawa Barat): pertama periode Walisanga yaitu Sunan Gunung Jati, kedua periode jejaring ulama al-Jawi yaitu Syekh Abdul Muhyi, dan ketiga periode kolonial yaitu Haji Hasan Mustafa. Pramoedya Anantra Toer memotret dalam novel pertamanya berjudul Arus Balik, kekalahan armada-armada laut Nusantara oleh Belanda. Tuban menjadi kota bandar tempat terjadinya kecamuk yang berakhir dengan runtuhnya kejayaan Majapahit yang berporos Maritim itu. Di periode abad ke-16 ini, kita menemukan fakta bahwa terjadi arus balik sejarah. Majapahit runtuh, dan benih-benih Islam bersemai di Demak. Kebudayaan yang mulanya kosmopolit menghadap laut di kota-kota bandar seperti Malaka, dipukul mundur membelakangi lautan oleh kuasa kolonial menuju pedalaman. Islam berserta kerajaan-kerajaannya di Nusantara, berdiri dan hadir dalam tunas arus balik sejarah di periode krusial ini (middle age).

Sebuah periode yang penuh kecamuk dari sisa-sisa reruntuhan era sebelumnya, namun justru Islam lahir dengan berdirinya pesantren-pesantren di pedalaman yang bertahan hingga saat ini. Namun sayangnya, Pramoedya seolah menyalahkan Islam sebagai biang keladi atas kejatuhan poros-poros maritim Majapahit itu serta faktor kemunduran Nusantara. Ia dengan mudah langsung begitu saja menghadap-hadapkan Islam pada kemajuan dan temuan teknologi Eropa yang saat itu masuk pertama kalinya ke kepulauan Nusantara.

Di rentang abad abad ke-17 sampai awal abad ke-19, Islam berkutat dari agitasi kolonial dan bertahan di pedalaman. Karel Steenbrink memotret periode ini dengan cukup general dalam sebuah disertasinya yang kemudian diterbitkan menjadi buku dengan judul “Dutch Colonialism and Islam in Indonesia; Conflict and Contact 1596-1950”. Baru di paruh pertama abad ke-20 arus balik sejarah berputar kembali ke pusaran dalam bentuk pergerakan nasional dengan menentang kuasa kolonial yang telah mapan di Batavia. Satu penanda penting di periode ini adalah munculnya kesadaran nasional yang lahir dari kaum muda terpelajar dengan beragam latar belakang, di masa kemerdekaan kita menemukan generasi baru para terpelajar itulah yang menjadi motor penggerak nasionalisme; bersuara, dan menyatukan semua elemen bangsa. Ketergugahan nasional muncul pertama dari kesamaan bahasa yang merujuk pada komunitas dagang yang tercipta mula-mula di Malaka hingga ke seberang wilayah nusa.

Antony Reid, seorang sejarawan dengan sangat baik meneliti dan menuliskan periode transisi (Middle Age) ini dalam karya magnum opusnya Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin (2 jilid), juga sejarawan Perancis Dennys Lombard yang tidak kalah hebat menuliskan dalam karya yang cukup monumental Nusa Jawa: Silang Budaya (3 jillid). Imajinasi nasional (imagined community) ini kemudian menjadi fondasi baru bagi nilai-nilai dasar berbangsa dengan tiga sebab: bahasa, nasib sepenanggungan atas penjajahan oleh Belanda (bangsa), dan tanah air sisa-sisa kerajaan konsentris yang telah terbentuk di periode sebelumnya (sebelum kekalahan oleh Portugis dan Belanda). Tiga latar sebab-sebab ini kemudian melahirkan kesadaran baru dalam ikrar sumpah pemuda di tahun 1928.

Di periode arus balik kedua, kita melihat Islam yang bermula merangsek ke pedalaman akibat runtuhnya tatanan lama dan kekalahan perang di pusat-pusat bandar Islam seperti Malaka, menjelma hadir dalam pembentukan negara bangsa. Salah satu pemimpin Islam di pedalaman Jawa Timur (Tebuireung) Kiai Hasyim Asy’arie mengeluarkan sebuah resolusi jihad bahwa mencintai dan membela tanah air (nasionalisme) merupakan bagian dari iman. Hingga lahirlah Pancasila sebagai asas berbangsa yang telah disepakati bahwa Islam telah terekstraksi di dalamnya.

Hal tersebut sekaligus menjadi penegas bahwa begitulah Islam yang sesuai dengan Indonesia, yaitu sebuah model Islam yang bagi pendapat Mohammad Hatta adalah Islam garam, bukan Islam gincu. Karena begitulah hakikatnya Islam diturunkan, ia berbeda dengan monoteis pendahulunya; Yahudi dan Nasrani. Islam diperuntukan untuk semua manusia dan sebagai rahmat bagi alam semesta. Dengan demikian, bentuk-bentuk luar dan warnanya akan berbeda di setiap bangsa, dengan tetap berpegang pada prinsip dalam rukun-rukun universal yang telah ada. Sampai di batas ini, lantas akan ke manakah Islam Indonesia pasca arus balik kedua ini menuju?

[custom_views]

Share on :

Facebook
X
WhatsApp
kencang77Kencang77smm panel murahKencang77 Heylinkagen slotslot77slot 77 gacor slot gacorkencang77slot gacorprediksi togel akuratprediksi togel kencang77prediksi togel terbarupengeluaran togelKabar Aktual 71Daily News Update 2006100berita update 001berita update 002berita update 003berita update 004berita update 005berita update 006berita update 007berita update 008berita update 009berita update 010berita update 011berita update 012berita update 013berita update 014berita update 015berita update 016berita update 017berita update 018berita update 019berita update 020Cerita Rakyat 2026010001Cerita Rakyat 2026010002Cerita Rakyat 2026010003Cerita Rakyat 2026010004Cerita Rakyat 2026010005Cerita Rakyat 2026010006Cerita Rakyat 2026010007Cerita Rakyat 2026010008Cerita Rakyat 2026010009Cerita Rakyat 2026010010Cerita Rakyat 2026010011Cerita Rakyat 2026010012Cerita Rakyat 2026010013Cerita Rakyat 2026010014Cerita Rakyat 2026010015Cerita Rakyat 2026010016Cerita Rakyat 2026010017Cerita Rakyat 2026010018Cerita Rakyat 2026010019Cerita Rakyat 2026010020News Conten 23141News Conten 23142News Conten 23143News Conten 23144News Conten 23145News Conten 23146News Conten 23147News Conten 23148News Conten 23149News Conten 23150News Conten 23151News Conten 23152News Conten 23153News Conten 23154News Conten 23155News Conten 23156News Conten 23157News Conten 23158News Conten 23159News Conten 23160News Conten 23161News Conten 23162News Conten 23163News Conten 23164News Conten 23165News Conten 23166News Conten 23167News Conten 23168News Conten 23169News Conten 23170News Conten 23171News Conten 23172News Conten 23173News Conten 23174News Conten 23175News Conten 23176News Conten 23177News Conten 23178News Conten 23179News Conten 23180News Conten 23181News Conten 23182News Conten 23183News Conten 23184News Conten 23185News Conten 23186News Conten 23187News Conten 23188News Conten 23189News Conten 23190News Conten 23191News Conten 23192News Conten 23193News Conten 23194News Conten 23195News Conten 23196News Conten 23197News Conten 23198News Conten 23199News Conten 23200https://www.zeverix.comBerita 899011Berita 899012Berita 899013Berita 899014Berita 899015Berita 899016Berita 899017Berita 899018Berita 899019Berita 899020Daily News 899021Daily News 899022Daily News 899023Daily News 899024Daily News 899025Daily News 899026Daily News 899027Daily News 899028Daily News 899029Daily News 899030Daily News 899031Daily News 899032Daily News 899033Daily News 899034Daily News 899035Daily News 899036Daily News 899037Daily News 899038Daily News 899039Daily News 899040Daily News 899041Daily News 899042Daily News 899043Daily News 899044Daily News 899045Daily News 899046Daily News 899047Daily News 899048Daily News 899049Daily News 899050Daily News 899051Daily News 899052Daily News 899053Daily News 899054Daily News 899055Daily News 899056Daily News 899057Daily News 899058Daily News 899059Daily News 899060Daily News 899061Daily News 899062Daily News 899063Daily News 899064Daily News 899065Daily News 899066Daily News 899067Daily News 899068Daily News 899069Daily News 899070Berita Harian update8001Berita Harian update8002Berita Harian update8003Berita Harian update8004Berita Harian update8005Berita Harian update8006Berita Harian update8007Berita Harian update8008Berita Harian update8009Berita Harian update8010Berita Harian update8011Berita Harian update8012Berita Harian update8013Berita Harian update8014Berita Harian update8015Berita Harian update8016Berita Harian update8017Berita Harian update8018Berita Harian update8019Berita Harian update8020Berita Harian update8021Berita Harian update8022Berita Harian update8023Berita Harian update8024Berita Harian update8025Berita Harian update8026Berita Harian update8027Berita Harian update8028Berita Harian update8029Berita Harian update8030Berita Harian update8031Berita Harian update8032Berita Harian update8033Berita Harian update8034Berita Harian update8035Berita Harian update8036Berita Harian update8037Berita Harian update8038Berita Harian update8039Berita Harian update8040Berita Harian update8041Berita Harian update8042Berita Harian update8043Berita Harian update8044Berita Harian update8045Berita Harian update8046Berita Harian update8047Berita Harian update8048Berita Harian update8049Berita Harian update8050Berita Update 2026111Berita Update 2026112Berita Update 2026113Berita Update 2026114Berita Update 2026115Berita Update 2026116Berita Update 2026117Berita Update 2026118Berita Update 2026119Berita Update 2026120Berita Update 2026121Berita Update 2026122Berita Update 2026123Berita Update 2026124Berita Update 2026125Berita Update 2026126Berita Update 2026127Berita Update 2026128Berita Update 2026129Berita Update 2026130Berita Update 2026131Berita Update 2026132Berita Update 2026133Berita Update 2026134Berita Update 2026135Berita Update 2026136Berita Update 2026137Berita Update 2026138Berita Update 2026139Berita Update 2026140Berita Update 2026141Berita Update 2026142Berita Update 2026143Berita Update 2026144Berita Update 2026145Berita Update 2026146Berita Update 2026147Berita Update 2026148Berita Update 2026149Berita Update 2026150berita Update 2006121berita Update 2006122berita Update 2006123berita Update 2006124berita Update 2006125berita Update 2006126berita Update 2006127berita Update 2006128berita Update 2006129berita Update 2006130berita Update 2006131berita Update 2006132berita Update 2006133berita Update 2006134berita Update 2006135berita Update 2006136berita Update 2006137berita Update 2006138berita Update 2006139berita Update 2006140berita Update 2006141berita Update 2006142berita Update 2006143berita Update 2006144berita Update 2006145berita Update 2006146berita Update 2006147berita Update 2006148berita Update 2006149berita Update 2006150berita Update 2006151berita Update 2006152berita Update 2006153berita Update 2006154berita Update 2006155berita Update 2006156berita Update 2006157berita Update 2006158berita Update 2006159berita Update 2006160Daily News 2026001Daily News 2026002Daily News 2026003Daily News 2026004Daily News 2026005Daily News 2026006Daily News 2026007Daily News 2026008Daily News 2026009Daily News 2026010Daily News 2026011Daily News 2026012Daily News 2026013Daily News 2026014Daily News 2026015Daily News 2026016Daily News 2026017Daily News 2026018Daily News 2026019Daily News 2026020TOTO 5000SLOT DANA 5000Daily News 2006161Daily News 2006162Daily News 2006163Daily News 2006164Daily News 2006165Daily News 2006166Daily News 2006167Daily News 2006168Daily News 2006169Daily News 2006170Daily News 2006171Daily News 2006172Daily News 2006173Daily News 2006174Daily News 2006175Daily News 2006176Daily News 2006177Daily News 2006178Daily News 2006179Daily News 2006180Daily News 2006181Daily News 2006182Daily News 2006183Daily News 2006184Daily News 2006185Daily News 2006186Daily News 2006187Daily News 2006188Daily News 2006189Daily News 2006190Daily News 2006191Daily News 2006192Daily News 2006193Daily News 2006194Daily News 2006195Daily News 2006196Daily News 2006197Daily News 2006198Daily News 2006199Daily News 2006200Daily News 899071Daily News 899072Daily News 899073Daily News 899074Daily News 899075Daily News 899076Daily News 899077Daily News 899078Daily News 899079Daily News 899080Daily News 899081Daily News 899082Daily News 899083Daily News 899084Daily News 899085Daily News 899086Daily News 899087Daily News 899088Daily News 899089Daily News 899090Daily News 899091Daily News 899092Daily News 899093Daily News 899094Daily News 899095Daily News 899096Daily News 899097Daily News 899098Daily News 899099Daily News 899100Daily News 899101Daily News 899102Daily News 899103Daily News 899104Daily News 899105Daily News 899106Daily News 899107Daily News 899108Daily News 899109Daily News 899110Daily News 899111Daily News 899112Daily News 899113Daily News 899114Daily News 899115Daily News 899116Daily News 899117Daily News 899118Daily News 899119Daily News 899120Daily News 899121Daily News 899122Daily News 899123Daily News 899124Daily News 899125Daily News 899126Daily News 899127Daily News 899128Daily News 899129Daily News 899130Daily News 899131Daily News 899132Daily News 899133Daily News 899134Daily News 899135Daily News 899136Daily News 899137Daily News 899138Daily News 899139Daily News 899140Riset Ilmiah 89900001Riset Ilmiah 89900002Riset Ilmiah 89900003Riset Ilmiah 89900004Riset Ilmiah 89900005Riset Ilmiah 89900006Riset Ilmiah 89900007Riset Ilmiah 89900008Riset Ilmiah 89900009Riset Ilmiah 89900010Riset Ilmiah 89900011Riset Ilmiah 89900012Riset Ilmiah 89900013Riset Ilmiah 89900014Riset Ilmiah 89900015Riset Ilmiah 89900016Riset Ilmiah 89900017Riset Ilmiah 89900018Riset Ilmiah 89900019Riset Ilmiah 89900020Riset Ilmiah 89900021Riset Ilmiah 89900022Riset Ilmiah 89900023Riset Ilmiah 89900024Riset Ilmiah 89900025Riset Ilmiah 89900026Riset Ilmiah 89900027Riset Ilmiah 89900028Riset Ilmiah 89900029Riset Ilmiah 89900030Riset ilmiah 22025041Riset ilmiah 22025042Riset ilmiah 22025043Riset ilmiah 22025044Riset ilmiah 22025045Riset ilmiah 22025046Riset ilmiah 22025047Riset ilmiah 22025048Riset ilmiah 22025049Riset ilmiah 22025050Riset ilmiah 22025051Riset ilmiah 22025052Riset ilmiah 22025053Riset ilmiah 22025054Riset ilmiah 22025055Riset ilmiah 22025056Riset ilmiah 22025057Riset ilmiah 22025058Riset ilmiah 22025059Riset ilmiah 22025060Daily News12222025061Daily News12222025062Daily News12222025063Daily News12222025064Daily News12222025065Daily News12222025066Daily News12222025067Daily News12222025068Daily News12222025069Daily News12222025070Daily News12222025071Daily News12222025072Daily News12222025073Daily News12222025074Daily News12222025075Daily News12222025076Daily News12222025077Daily News12222025078Daily News12222025079Daily News12222025080Daily News12222025081Daily News12222025082Daily News12222025083Daily News12222025084Daily News12222025085Daily News12222025086Daily News12222025087Daily News12222025088Daily News12222025089Daily News12222025090Daily News12222025091Daily News12222025092Daily News12222025093Daily News12222025094Daily News12222025095Daily News12222025096Daily News12222025097Daily News12222025098Daily News12222025099Daily News12222025100Daily News 30060001Daily News 30060002Daily News 30060003Daily News 30060004Daily News 30060005Daily News 30060006Daily News 30060007Daily News 30060008Daily News 30060009Daily News 30060010Daily News 30060011Daily News 30060012Daily News 30060013Daily News 30060014Daily News 30060015Daily News 30060016Daily News 30060017Daily News 30060018Daily News 30060019Daily News 30060020Daily News 30060021Daily News 30060022Daily News 30060023Daily News 30060024Daily News 30060025Daily News 30060026Daily News 30060027Daily News 30060028Daily News 30060029Daily News 30060030Daily Update 2026151Daily Update 2026152Daily Update 2026153Daily Update 2026154Daily Update 2026155Daily Update 2026156Daily Update 2026157Daily Update 2026158Daily Update 2026159Daily Update 2026160Daily Update 2026161Daily Update 2026162Daily Update 2026163Daily Update 2026164Daily Update 2026165Daily Update 2026166Daily Update 2026167Daily Update 2026168Daily Update 2026169Daily Update 2026170Daily Update 2026171Daily Update 2026172Daily Update 2026173Daily Update 2026174Daily Update 2026175Daily Update 2026176Daily Update 2026177Daily Update 2026178Daily Update 2026179Daily Update 2026180Daily Update 2026181Daily Update 2026182Daily Update 2026183Daily Update 2026184Daily Update 2026185Daily Update 2026186Daily Update 2026187Daily Update 2026188Daily Update 2026189Daily Update 2026190Daily Update 2026191Daily Update 2026192Daily Update 2026193Daily Update 2026194Daily Update 2026195Daily Update 2026196Daily Update 2026197Daily Update 2026198Daily Update 2026199Daily Update 2026200Indonesian News 202600001Indonesian News 202600002Indonesian News 202600003Indonesian News 202600004Indonesian News 202600005Indonesian News 202600006Indonesian News 202600007Indonesian News 202600008Indonesian News 202600009Indonesian News 202600010Indonesian News 202600011Indonesian News 202600012Indonesian News 202600013Indonesian News 202600014Indonesian News 202600015Indonesian News 202600016Indonesian News 202600017Indonesian News 202600018Indonesian News 202600019Indonesian News 202600020Berita Indonesia 202600001Berita Indonesia 202600002Berita Indonesia 202600003Berita Indonesia 202600004Berita Indonesia 202600005Berita Indonesia 202600006Berita Indonesia 202600007Berita Indonesia 202600008Berita Indonesia 202600009Berita Indonesia 202600010Berita Indonesia 202600011Berita Indonesia 202600012Berita Indonesia 202600013Berita Indonesia 202600014Berita Indonesia 202600015Berita Indonesia 202600016Berita Indonesia 202600017Berita Indonesia 202600018Berita Indonesia 202600019Berita Indonesia 202600020berita 202600001berita 202600002berita 202600003berita 202600004berita 202600005berita 202600006berita 202600007berita 202600008berita 202600009berita 202600010berita 202600011berita 202600012berita 202600013berita 202600014berita 202600015berita 202600016berita 202600017berita 202600018berita 202600019berita 202600020