Pondok adalah Ranah Perjuangan, Perjuangannya Harus Dilakukan dengan Kesungguhan dan Kesadaran

Share on:

Facebook
X
WhatsApp

WWW.CONDONG.IDTASIKMALAYA — Pesantren sering kali dipandang secara sederhana hanya sebagai lembaga pendidikan tempat menimba ilmu agama. Namun, jika dinilai dari esensi terdalamnya, pondok sejatinya adalah sebuah ranah perjuangan yang sangat luas. Pesantren bukanlah sekadar tempat singgah transisional, apalagi wadah pasif untuk menggantungkan nasib dan masa depan tanpa usaha mandiri. Di Pesantren Condong, kesungguhan dan kesadaran ini menjadi fondasi utama yang harus terus dihidupkan di dalam diri setiap warga pondok.

Pondok dirancang sebagai wahana penempaan diri (tarbiyah) dan pembinaan akhlakul karimah. Di dalamnya terkandung ladang perjuangan yang sangat subur, yang mampu memancar nilai-nilai kehidupan bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Kendati demikian, keagungan nilai-nilai tersebut tidak akan pernah terkuak secara otomatis jika tidak disertai dengan semangat mujahadah—yakni kesungguhan serta kesadaran untuk berjuang secara totalitas.

“Landasan kemajuan pondok adalah Panca Jiwa, Pilar-Pilar Perjuangan, dan Panca Jangka, maka wajib bagi seluruh warga pondok untuk memahami dan menanamkan nilai-nilai tersebut di dalam diri masing-masing,” tegas Drs. KH. Endang Rahmat mengingatkan pentingnya falsafah hidup pesantren.

Nilai-nilai luhur dan filosofi Pesantren Condong harus diilhami secara bersama-sama oleh seluruh warga pondok tanpa terkecuali. Terdapat hubungan timbal balik yang harmonis serta berkesinambungan antara guru dan santri yang harus dilakukan dalam menapaki ranah perjuangan di pesantren yaitu, santri berkewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu (sungguh dalam belajar), menata niat, serta mentaati kedisiplinan. Bapak-bapak Guru KMI (Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah) berjuang dengan sungguh-sungguh dalam mengajar, membimbing, serta mendidik.

Apabila hidup di pondok tanpa menanamkan nilai kesungguhan dan kesadaran, maka esensi pesantren sebagai kawah candradimuka akan luntur. Keberhasilan seorang santri dalam menguasai keilmuan dan keagungan akhlak, serta keberhasilan seorang guru dalam mencetak generasi unggul, hanya dapat diraih melalui jalan perjuangan berkesinambungan yang disadari secara bersama-sama.

Oleh karena itu, Kuliah Umum Kepesantrenan yang selalu dilaksanakan setiap tahun harus menjadi pengingat kembali bagi seluruh santri dan jajaran bapak guru KMI. Mari kita jadikan pondok ini sebagai medan pertempuran melawan rasa malas dan ketidakpedulian. Sebab, dengan menanamkan mujahadah dan meresapi Panca Jiwa, Pilar Perjuangan, serta Panca Jangka, pondok seluruh elemen pondok akan senantiasa berdiri kokoh mengantarkan warganya menuju puncak kebahagiaan dan kesuksesan yang nyata. [NHF]

[custom_views]

Share on :

Facebook
X
WhatsApp