Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) UNIRU di Desa Winduraja

Share on:

Facebook
X
WhatsApp

Tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari kolaborasi dosen yang diketuai oleh Rizki Syaroh Amaliyah S.Pd., M.M dan tim anggota Riska Sukmawati., S.P., M.Si, Acep Nurcahyadi, S.E., M.M beserta mahasiswa Universitas Riyadlul Ulum (UNIRU) sukses menyelenggarakan program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP). Program strategis ini berfokus pada pendampingan holistik dan pengembangan produk olahan keripik kaca lokal dengan merek “NGACA CEMARA”. Melalui serangkaian inovasi dari hulu ke hilir; mulai dari tata kelola budidaya bahan baku singkong pekarangan, standardisasi proses produksi higienis, penentuan HPP, hingga digitalisasi pemasaran berbasis e-commerce.

Kegiatan ini terbukti telah berhasil mentransformasi usaha mikro warga menjadi unit bisnis yang lebih terstruktur dan siap bersaing di pasar modern. Rangkaian kegiatan PMP ini berlangsung secara berkelanjutan, yaitu melalui enam (6) tahapan kunjungan lapangan yang terencana dan dilaksanakan pada periode semester berjalan tahun 2026. Setiap tahapan kunjungan dirancang bertahap untuk memastikan penyerapan materi pelatihan, dan praktik mandiri oleh kelompok mitra masyarakat berjalan optimal dan terukur.

Seluruh rangkaian pendampingan dan pelatihan dipusatkan secara khusus di desa Winduraja, kecamatan Kawali, kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Desa Winduraja dipilih karena memiliki potensi agraris berupa pemanfaatan pekarangan yang berlimpah, serta posisi strategisnya sebagai kawasan desa wisata di Kabupaten Ciamis yang potensial untuk pengembangan titik jual produk oleh-oleh khas. Kegiatan ini dimotori oleh Tim Pengabdi Universitas Riyadlul Ulum (UNIRU) yang terdiri dari gabungan dosen multidisiplin ilmu dan mahasiswa yang menerjunkan kepakaran teknis serta pendampingan lapangan. Pihak penerima manfaat utama adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) olahan makanan serta warga masyarakat lokal Desa Winduraja yang didominasi oleh pelaku usaha mikro dan ibu-ibu rumah tangga produktif.

Latar belakang pelaksanaan PMP ini didasari oleh banyaknya potensi lahan pekarangan warga di Desa Winduraja yang belum termanfaatkan secara maksimal untuk tanaman produktif seperti singkong. Di sisi lain, usaha keripik kaca yang ada selama ini masih dikelola secara tradisional; mulai dari mutu umbi bervariasi, higienitas yang belum memiliki SOP baku, variasi rasa masih terbatas, penentuan harga jual belum memperhitungkan HPP secara presisi, serta jangkauan pemasaran yang masih terbatas di sekitar desa. Melalui program PMP UNIRU, hambatan-hambatan tersebut diurai secara sistematis agar produk keripik kaca warga memiliki standar mutu tinggi, merek yang kuat (NGACA CEMARA), dan daya jangkau pasar yang meluas. Rangkaian pengabdian masyarakat ini direalisasikan secara runut dan terstruktur dalam enam kali tahapan kunjungan dengan pendampingan yang intensif.

Pendampingan secara intensif


Kunjungan pertama diawali dengan sosialisasi program PMP kepada tokoh masyarakat dan calon mitra, dilanjutkan dengan pemetaan mendalam terhadap potensi serta kendala usaha keripik kaca lokal. Tahap ini diakhiri dengan kesepakatan bersama mengenai fokus penguatan aspek produksi. Kunjungan kedua adalah pelaksanaan pelatihan budidaya singkong pekarangan yang mencakup penataan petak, penentuan jarak tanam ideal, pemupukan berimbang, serta edukasi kriteria mutu umbi ideal untuk bahan keripik kaca.

Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan awal penanaman singkong pekarangan warga.
Kunjungan ketiga yaitu pelatihan dan praktik langsung penerapan Standard Operating Procedure (SOP) produksi keripik kaca, mulai dari penyeleksian umbi berkualitas hingga teknik pengolahan. Aspek sanitasi peralatan kerja dan higienitas pekerja menjadi penekanan utama. Kunjungan keempat yaitu praktik pengolahan keripik kaca dengan berbagai varian rasa kekinian, uji rasa (organoleptic test) bersama mitra, penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) secara mendetail, serta pemantapan parameter proses untuk menjaga konsistensi rasa setiap varian.

Varian rasa keripik kaca yang dihasilkan

Kunjungan kelima merupakan pelatihan penimbangan sesuai standar berat bersih (netto), teknik pengisian dan penyegelan kemasan bermerek NGACA–CEMARA, penataan display produk di titik jual desa wisata, serta pelatihan pengoperasian platform e-commerce NgacaCemara.com sebagai etalase digital. Dan kunjungan keenam adalah pelatihan pencatatan biaya dan hasil produksi, pengisian log produksi per batch, simulasi HPP, penyusunan struktur pembagian tugas kelompok usaha, perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) produksi dan pemasaran, serta pemantapan penggunaan e-commerce dan integrasi kode QR untuk transaksi digital yang berkelanjutan.

Program PMP ini merupakan wujud nyata komitmen UNIRU dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi langsung di tengah masyarakat. Kami tidak hanya hadir memberikan teori, tetapi mendampingi warga Desa Winduraja secara step-by-step dari penanaman singkong hingga produk. “NGACA CEMARA’ ini siap diakses secara global melalui platform e-commerce“, ujar Ketua Tim Pengabdi UNIRU.

Sementara itu, perwakilan mitra pelaku usaha Desa Winduraja menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya tim pengabdi: “Kami sangat terbantu dengan kedatangan dosen dan mahasiswa UNIRU, dulu kami membuat keripik kaca seadanya dan bingung menentukan harga rugi atau untungnya. Sekarang kami punya merek sendiri ‘NGACA CEMARA’, tahu cara bikin kemasan rapi, bahkan keripik kami sudah punya website dan QR code sendiri untuk jualan,” ungkap Ade Amin, S.Pd.i selaku perwakilan mitra kelompok usaha desa Winduraja

Setelah melaksanakan enam kali tahapan kunjungan dengan program pendampingan yang terstruktur, kemudian menghasilkan aset digital berupa website e-commerce resmi dengan nama “NgacaCemara.com” dan integrasi QR Code pemasaran. Kemudian hasil lainnya berupa dokumen SOP produksi higienis, lembar log produksi per batch, serta formula kalkulasi HPP baku. Dan terakhir adalah diversifikasi produk, yaitu pengembangan beberapa varian rasa unggulan keripik kaca dengan kemasan standar pouch ter-seal rapi beridentitas merek NGACA–CEMARA.

Dampak langsung yang dihasilkan dari program PMP ini adalah meningkatnya kemandirian ekonomi dan kapasitas teknis warga Desa Winduraja dalam mengelola potensi lokal secara profesional. Pemanfaatan pekarangan rumah kini memiliki nilai tambah ekonomi sebagai penyedia bahan baku berkualitas. Di sisi pemasaran, hadirnya merek NGACA CEMARA serta integrasi etalase digital [NgacaCemara.com] membuka akses pasar yang jauh lebih luas di luar area Ciamis, sekaligus memperkuat daya tarik Desa Winduraja sebagai destinasi desa wisata yang memiliki produk oleh-oleh khas berdaya saing tinggi.

Editor: Mohammad Hagi

[custom_views]

Share on :

Facebook
X
WhatsApp