Tanamkan Nilai dan Falsafah, Pesantren Condong Gelar Kuliah Umum Kepesantrenan pada Momentum Tahun Kualitas

Share on:

Facebook
X
WhatsApp

WWW.CONDONG.IDTASIKMALAYA — Dalam rangka menyemarakkan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, Pesantren Condong menyelenggarakan Kuliah Umum Kepesantrenan yang berlangsung selama enam hari, dengan skema tiga hari untuk santri putra, dan tiga hari untuk santri putri, yang terhitung pada (18-20/08) untuk santri putri dan (25-27/08) untuk santri putra. Acara tahun ini terasa lebih bermakna karena bertepatan dengan dicanangkannya “Tahun Kualitas” di lingkungan Pesantren Condong.

Selama dua hari pertama, seluruh sivitas akademika yang terdiri dari para santri, dewan guru, dan warga pondok lainnya berkumpul di auditorium untuk menyimak pidato secara langsung dari Pimpinan Pesantren. Sebagai tolok ukur pemahaman, pada hari ketiga seluruh peserta diwajibkan mengikuti ujian kepesantrenan. Ujian ini bertujuan untuk memastikan seluruh materi mengenai sejarah, nilai, dan falsafah pondok yang disampaikan pimpinan dapat dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pimpinan Pesantren Condong, KH. Dr. Mahmud Farid, M.Pd., menegaskan bahwa pencanangan “Tahun Kualitas” bermakna setiap elemen di pondok harus mengedepankan mutu dalam setiap kegiatannya, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Beliau juga mengingatkan kembali bahwa Pesantren Condong didirikan di atas fondasi keseriusan, kebersamaan, dan keikhlasan. Oleh karena itu, seluruh warga pondok memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kualitas pendidikan dan pengajaran.

Terkait urgensi memahami sejarah dan falsafah pondok, KH. Mahmud Farid mengingatkan para santri agar tidak menilai sesuatu hanya dari luarnya saja. Beliau menganalogikannya dengan filosofi buah manggis.

“Jangan seperti kera yang tidak jadi memakan manggis karena ketika menggigit kulitnya terasa pahit, dan akhirnya meninggalkan buah manggis tersebut, padahal di dalamnya terdapat buah yang manis,” tutur KH. Mahmud Farid dalam pidatonya.

Filosofi tersebut memberikan pesan mendalam bahwa ketidaktahuan atau pemahaman yang tidak utuh terhadap tempat yang ditinggali justru akan membuat seseorang tersesat. Setiap insan yang baik, sejatinya adalah mereka yang mengenal dengan baik tempatnya berdiri.

Kuliah Umum ini merupakan bagian dari rentetan panjang kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy yang telah bergulir sejak Juli lalu. Rangkaian ini dimulai dengan Haflah Wuddiyah bagi santri baru, Perkemahan Dakwah Nuansa Islami (PERMADANI), Apel Tahunan yang bertepatan dengan Peringatan Kemerdekaan Ke-81 RI, disusul Kuliah Umum, dan nantinya akan ditutup dengan acara pamungkas, yakni Pagelaran Seni Santri Condong (PSSC).

Melalui Kuliah Umum ini, jajaran pimpinan berharap seluruh santri dan guru Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dapat terus mengingat serta menghidupkan kembali semangat perjuangan dan sejarah pondok, dari masa pimpinan pertama hingga saat ini. [NHF]

[custom_views]

Share on :

Facebook
X
WhatsApp