Sastra Pesantren dan Kebudayaan Lokal

Share on:

Facebook
X
WhatsApp


Salah satu peninggalan dari sastra pesantren di masa lalu adalah nadom dan syiir, seperti halnya tembang dalam macapat pada tradisi Keraton Islam, nadom dan syiir harus dilagukan. Kemudian karena di pesantren terdapat tradisi shalawat, diba’, dan manaqib, maka nadom menjadi penghubung antara tradisi Islam dengan unsur lokal; sehingga di kemudian hari tradisi shalawat, diba, serta manaqib yang menggunakan bahasa arab biasa diselingi dengan nadom bahasa lokal. Di awal masa modern, saat pemerintah kolonial membakukan aksara latin dan bahasa Indonesia, sastra kemudian beralih bentuk menjadi lebih bermakna pada teks (literatur) sebagaimana di negeri Eropa, bentuknya bisa berupa novel, cerita pendek, hingga puisi; yang menjadi perbedaan antara sastra pesantren dan modern adalah sastra teks (modern) tidak mengharuskan untuk dibacakan secara lisan atau dilagukan sebagaimana nadom. Namun terlepas dari itu, sebagaimana pengertian teori dalam tradisi ilmiah, sastra pada dasarnya merupakan aktifitas permenungan atau pengamatan yang kemudian menggunakan medium bahasa sebagai metafor atau jalan cerita.

Sastra selain menjadi penanda adanya suatu kebudayaan, ia menempati posisi penting dalam sebuah masyarakat. Masyarakat di zaman para nabi, terlebih dalam agama abrahamik, menempatkan orang yang mampu bersastra dan bersyair, mendapatkan suatu kedudukan dan kehormatan tertentu. Begitu pun dengan aktifitas-aktifitas filsafat di zaman Yunani kuno, tidak bisa dilepaskan dari nilai kesusastraan yang melingkupi masyarakatnya. Perenungan-perenungan dalam sastra, selain mampu dibaca sebagai representasi perkembangan suatu kebudayaan, dalam beberapa hal, ia juga dianggap memiliki misi profetik mesias dan sublimasi ilahiah. Dengannya, ajaran para filsuf dan kitab suci agama-agama banyak mengandung nilai sastra.

Sebelum adanya mesin cetak, yang beriringan dengan laju semangat kapital dan turut mengantarkan bentuk negara bangsa. Di Nusantara, teks-teks sastra tertulis dalam sebuah manuskrip berupa lontar dan babad. Isinya terdapat serat-serat yang sangat kaya dan melimpah. Serat ini yang kemudian berkembang dalam sebuah kebudayaan lisan, teks-teks serat menekankan pada ‘bunyi’ suara di samping aksara, sebagiannya ada yang harus ditembangkan, bahkan dibantu oleh dendang musik.

Berbeda halnya dengan sastra yang berkembang hari ini (modern), estetika sastra modern terukur dan tertambat pada teks yang tertulis. Model pembacaan tidak mengharuskan dilisankan, karena bunyi tertuju dan berakhir pada aksara. Maka dalam perkembangannya, cerita rakyat yang lebih sering dilisankan masyarakat tradisional seperti halnya dilantunkan di pesantren, di dunia modern menemukan bentuk barunya dalam penulisan prosa, dan legenda-legenda dalam sejarah bisa dibaca dalam bentuk roman.


Memasuki paruh kedua abad ke-19, ketika sastra modern yang mula-mula dikenalkan oleh kolonial Belanda melalui kelas di sekolah-sekolah , pemerintah kolonial. Kemudian pegajaran dalam bidang sastra diberlakukan pada para penutur sastra daerah. Sastra kemudian dikanonisasi dalam bentuk yang baku sesuai dengan kerangka kolonial. Karena sastra dianggap menyimpan nilai ideologi, maka ideologi ini yang kemudian ditundukan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Cara kerja kolonial ini kemudian menjadi acuan utama oleh ilmuwan-ilmuwan sosial lain, seperti diungkapkan seorang sosiolog asal Inggris bernama Tonny Bennet, yang menyebut hal serupa, bahwa penundukkan dalam bidang sastra tersebut sebagai ‘tradisi yang dikanonisasi’. Bagi Tonny Bennet, sastra bukanlah dua aktifitas yang tidak saling berhubungan; antara lisan dan tulisan. Sastra dalam cara kerjanya bukanlah kesastraan sebagai totalitas imajinasi atau fiksi-fiksi yang netral, melainkan sastra sebagai “kanon atau korpus yang dibentuk menurut ideologi tertentu, yang bergerak dengan cara-cara yang sudah tetap di seputar lingkungan lembaga pendidikan”.

Mikihiro Moriyama, seorang antropolog berkebangsaan Jepang yang meneliti sastra Sunda mencoba menelaah cara kerja itu semua, dalam disertasi yang ditulisnya berjudul “Semangat Baru; Kolonialisme, Budaya Cetak, dan Kesastraan Sunda Abad ke-19”. Ia berpendapat bahwa sastra Sunda didaku, ditemukan, lalu dikanonisasi oleh para sarjana kolonial, yaitu oleh para orientalis, terutama K.F. Holle. Jika ditelusuri lagi, pengakuan tersebut sebenarnya berangkat dari gagasan para romantikus abad ke-19, terutama Prancis, yang menilai kesastraan adalah pada yang tertulis (latin). Literatur merupakan kata baru yang kemudian diadopsi oleh Belanda (litterkunde) dari asal kata berbahasa Prancis (literature), yang membentuk makna baru yaitu ‘kesusastraan.’ Belanda lalu menelan mentah-mentah istilah literatur tersebut, dan mengabaikan unsur ideologi yang terkandung di dalamnya.

Dengan asumsi itu, Belanda menganggap bahasa dan budaya Prancis lebih unggul. Sebagaimana terbesit dari etimologi kata literature, yaitu tulisan. Implikasinya, tidak terpikirkan oleh para sarjana Belanda ini, bahwa bahasa yang berseni (sastra) bisa ditemukan dalam bentuk lisan.

Keberaksaraan dalam pengetahuan tradisi, bermakna kemampuan baca tulis pada aksara Arab dan aksara Sunda atau Jawa. Kemampuan baca tulis ini didapatkan di langgar dan pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional. Munculnya dunia modern, dengan dibukanya sekolah-sekolah untuk Bumiputra, kemampuan baca tulis bertambah, bahkan bergeser menjadi aksara latin, yang didapatkan dari buku-buku sekolah di bawah pengawasan pemerintah kolonial. Keberaksaraan (literacy) dalam aksara latin, menghasilkan komunitas pembaca modern yang terus berkembang. Pada saat bersamaan, aksara latin menciptakan perasaan rasa menjadi suatu kelompok dan kelas baru, yaitu manusia modern terpelajar.

Implikasi berubahnya keberaksaraan (baca tulis), sebagai dampak langsung dari modernitas, beranggapan bahwa ‘yang lebih penting dari bahasa adalah transformasinya’, alih-alih sebatas melestarikan bunyi dan aksara lokalnya. Transformasi bahasa dalam arus modernitas, kita bisa menelisik perkembangannya dalam bahasa Indonesia, yaitu suatu transformasi bahasa yang berkembang dalam komunitas dagang di semenanjung melayu. Tranformasi aksara latin yang diperkenalkan oleh Belanda, telah sepenuhnya dianut dan berlaku di semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara kita hari ini. Begitu pula dengan aksara pegon, yang merupakan transformasi keberaksaraan Arab- lokal dalam tradisi kitab kuning di dunia pesantren.

Realitas kehidupan modern telah sepenuhnya terkiblatkan pada dunia Eropa (Barat), sebagai barometer kemajuan global-universal. Namun di balik kemajuan itu semua, manusia modern seperti tidak menyisakan ruang untuk mengukur kemajuan kesastraan dan kebudayaan dari tradisi sendiri. Karena dalam pengetahuan tradisi, untuk mencapai pengetahuan universal justru merupakan kesatuan dengan partikularitas yang beragam. Munculnya wacana posmodernisme, merupakan satu penyebab kekosongan yang tidak ditemukan dalam modernitas, yaitu unsur tradisi, yang merupakan awal mulanya sang subjek berada. Dengan demikian, dalam posmodernisme, unsur tradisi dan Islam sebagai identitas bisa didudukan kembali posisi pentingnya.

Pertanyaannya kemudian, bagaimanakah sastra pesantren yang mewarisi sastra Islam, juga menampung sastra dan budaya lokal yang termanifestasi dalam unsur tradisi itu, bisa menemukan kontekstualnya dengan dunia modern hari ini. Tentu hal tersebut menjadi pekerjaan bersama dan kerja kebudayaan para santri di masa kiwari. Dengan menempuh jalan demikian, Pesantren di masa depan bisa menakar diri, sekaligus sebagai penanda perkembangan dan kemajuan kebudayaannya sendiri. Dengan kerja demikian pula, harkat hidup Pesantren dapat kembali berdaulat dan bermartabat.

[custom_views]

Share on :

Facebook
X
WhatsApp
kencang77Kencang77smm panel murahKencang77 Heylinkagen slotslot77slot 77 gacor slot gacorkencang77slot gacorprediksi togel akuratprediksi togel kencang77prediksi togel terbarupengeluaran togelKabar Aktual 71Daily News Update 2006100berita update 001berita update 002berita update 003berita update 004berita update 005berita update 006berita update 007berita update 008berita update 009berita update 010berita update 011berita update 012berita update 013berita update 014berita update 015berita update 016berita update 017berita update 018berita update 019berita update 020Cerita Rakyat 2026010001Cerita Rakyat 2026010002Cerita Rakyat 2026010003Cerita Rakyat 2026010004Cerita Rakyat 2026010005Cerita Rakyat 2026010006Cerita Rakyat 2026010007Cerita Rakyat 2026010008Cerita Rakyat 2026010009Cerita Rakyat 2026010010Cerita Rakyat 2026010011Cerita Rakyat 2026010012Cerita Rakyat 2026010013Cerita Rakyat 2026010014Cerita Rakyat 2026010015Cerita Rakyat 2026010016Cerita Rakyat 2026010017Cerita Rakyat 2026010018Cerita Rakyat 2026010019Cerita Rakyat 2026010020https://www.zeverix.comBerita 899011Berita 899012Berita 899013Berita 899014Berita 899015Berita 899016Berita 899017Berita 899018Berita 899019Berita 899020Daily News 899021Daily News 899022Daily News 899023Daily News 899024Daily News 899025Daily News 899026Daily News 899027Daily News 899028Daily News 899029Daily News 899030Daily News 899031Daily News 899032Daily News 899033Daily News 899034Daily News 899035Daily News 899036Daily News 899037Daily News 899038Daily News 899039Daily News 899040Daily News 899041Daily News 899042Daily News 899043Daily News 899044Daily News 899045Daily News 899046Daily News 899047Daily News 899048Daily News 899049Daily News 899050Daily News 899051Daily News 899052Daily News 899053Daily News 899054Daily News 899055Daily News 899056Daily News 899057Daily News 899058Daily News 899059Daily News 899060Daily News 899061Daily News 899062Daily News 899063Daily News 899064Daily News 899065Daily News 899066Daily News 899067Daily News 899068Daily News 899069Daily News 899070berita Update 2006121berita Update 2006122berita Update 2006123berita Update 2006124berita Update 2006125berita Update 2006126berita Update 2006127berita Update 2006128berita Update 2006129berita Update 2006130berita Update 2006131berita Update 2006132berita Update 2006133berita Update 2006134berita Update 2006135berita Update 2006136berita Update 2006137berita Update 2006138berita Update 2006139berita Update 2006140berita Update 2006141berita Update 2006142berita Update 2006143berita Update 2006144berita Update 2006145berita Update 2006146berita Update 2006147berita Update 2006148berita Update 2006149berita Update 2006150berita Update 2006151berita Update 2006152berita Update 2006153berita Update 2006154berita Update 2006155berita Update 2006156berita Update 2006157berita Update 2006158berita Update 2006159berita Update 2006160Daily News 2006161Daily News 2006162Daily News 2006163Daily News 2006164Daily News 2006165Daily News 2006166Daily News 2006167Daily News 2006168Daily News 2006169Daily News 2006170Daily News 2006171Daily News 2006172Daily News 2006173Daily News 2006174Daily News 2006175Daily News 2006176Daily News 2006177Daily News 2006178Daily News 2006179Daily News 2006180Daily News 2006181Daily News 2006182Daily News 2006183Daily News 2006184Daily News 2006185Daily News 2006186Daily News 2006187Daily News 2006188Daily News 2006189Daily News 2006190Daily News 2006191Daily News 2006192Daily News 2006193Daily News 2006194Daily News 2006195Daily News 2006196Daily News 2006197Daily News 2006198Daily News 2006199Daily News 2006200Daily News 899071Daily News 899072Daily News 899073Daily News 899074Daily News 899075Daily News 899076Daily News 899077Daily News 899078Daily News 899079Daily News 899080Daily News 899081Daily News 899082Daily News 899083Daily News 899084Daily News 899085Daily News 899086Daily News 899087Daily News 899088Daily News 899089Daily News 899090Daily News 899091Daily News 899092Daily News 899093Daily News 899094Daily News 899095Daily News 899096Daily News 899097Daily News 899098Daily News 899099Daily News 899100Daily News 899101Daily News 899102Daily News 899103Daily News 899104Daily News 899105Daily News 899106Daily News 899107Daily News 899108Daily News 899109Daily News 899110Daily News 899111Daily News 899112Daily News 899113Daily News 899114Daily News 899115Daily News 899116Daily News 899117Daily News 899118Daily News 899119Daily News 899120Daily News 899121Daily News 899122Daily News 899123Daily News 899124Daily News 899125Daily News 899126Daily News 899127Daily News 899128Daily News 899129Daily News 899130Daily News 899131Daily News 899132Daily News 899133Daily News 899134Daily News 899135Daily News 899136Daily News 899137Daily News 899138Daily News 899139Daily News 899140Riset Ilmiah 89900001Riset Ilmiah 89900002Riset Ilmiah 89900003Riset Ilmiah 89900004Riset Ilmiah 89900005Riset Ilmiah 89900006Riset Ilmiah 89900007Riset Ilmiah 89900008Riset Ilmiah 89900009Riset Ilmiah 89900010Riset Ilmiah 89900011Riset Ilmiah 89900012Riset Ilmiah 89900013Riset Ilmiah 89900014Riset Ilmiah 89900015Riset Ilmiah 89900016Riset Ilmiah 89900017Riset Ilmiah 89900018Riset Ilmiah 89900019Riset Ilmiah 89900020Riset Ilmiah 89900021Riset Ilmiah 89900022Riset Ilmiah 89900023Riset Ilmiah 89900024Riset Ilmiah 89900025Riset Ilmiah 89900026Riset Ilmiah 89900027Riset Ilmiah 89900028Riset Ilmiah 89900029Riset Ilmiah 89900030Riset ilmiah 22025041Riset ilmiah 22025042Riset ilmiah 22025043Riset ilmiah 22025044Riset ilmiah 22025045Riset ilmiah 22025046Riset ilmiah 22025047Riset ilmiah 22025048Riset ilmiah 22025049Riset ilmiah 22025050Riset ilmiah 22025051Riset ilmiah 22025052Riset ilmiah 22025053Riset ilmiah 22025054Riset ilmiah 22025055Riset ilmiah 22025056Riset ilmiah 22025057Riset ilmiah 22025058Riset ilmiah 22025059Riset ilmiah 22025060Daily News12222025061Daily News12222025062Daily News12222025063Daily News12222025064Daily News12222025065Daily News12222025066Daily News12222025067Daily News12222025068Daily News12222025069Daily News12222025070Daily News12222025071Daily News12222025072Daily News12222025073Daily News12222025074Daily News12222025075Daily News12222025076Daily News12222025077Daily News12222025078Daily News12222025079Daily News12222025080Daily News12222025081Daily News12222025082Daily News12222025083Daily News12222025084Daily News12222025085Daily News12222025086Daily News12222025087Daily News12222025088Daily News12222025089Daily News12222025090Daily News12222025091Daily News12222025092Daily News12222025093Daily News12222025094Daily News12222025095Daily News12222025096Daily News12222025097Daily News12222025098Daily News12222025099Daily News12222025100Daily News 30060001Daily News 30060002Daily News 30060003Daily News 30060004Daily News 30060005Daily News 30060006Daily News 30060007Daily News 30060008Daily News 30060009Daily News 30060010Daily News 30060011Daily News 30060012Daily News 30060013Daily News 30060014Daily News 30060015Daily News 30060016Daily News 30060017Daily News 30060018Daily News 30060019Daily News 30060020Daily News 30060021Daily News 30060022Daily News 30060023Daily News 30060024Daily News 30060025Daily News 30060026Daily News 30060027Daily News 30060028Daily News 30060029Daily News 30060030Daily Update 2026171Daily Update 2026172Daily Update 2026173Daily Update 2026174Daily Update 2026175Daily Update 2026176Daily Update 2026177Daily Update 2026178Daily Update 2026179Daily Update 2026180Daily Update 2026181Daily Update 2026182Daily Update 2026183Daily Update 2026184Daily Update 2026185Daily Update 2026186Daily Update 2026187Daily Update 2026188Daily Update 2026189Daily Update 2026190Daily Update 2026191Daily Update 2026192Daily Update 2026193Daily Update 2026194Daily Update 2026195Daily Update 2026196Daily Update 2026197Daily Update 2026198Daily Update 2026199Daily Update 2026200Berita Indonesia 202600021Berita Indonesia 202600022Berita Indonesia 202600023Berita Indonesia 202600024Berita Indonesia 202600025Berita Indonesia 202600026Berita Indonesia 202600027Berita Indonesia 202600028Berita Indonesia 202600029Berita Indonesia 202600030Berita Indonesia 202600031Berita Indonesia 202600032Berita Indonesia 202600033Berita Indonesia 202600034Berita Indonesia 202600035Berita Indonesia 202600036Berita Indonesia 202600037Berita Indonesia 202600038Berita Indonesia 202600039Berita Indonesia 202600040daily news 202600021daily news 202600022daily news 202600023daily news 202600024daily news 202600025daily news 202600026daily news 202600027daily news 202600028daily news 202600029daily news 202600030daily news 202600031daily news 202600032daily news 202600033daily news 202600034daily news 202600035daily news 202600036daily news 202600037daily news 202600038daily news 202600039daily news 202600040Discover ID 202600021Discover ID 202600022Discover ID 202600023Discover ID 202600024Discover ID 202600025Discover ID 202600026Discover ID 202600027Discover ID 202600028Discover ID 202600029Discover ID 202600030Discover ID 202600031Discover ID 202600032Discover ID 202600033Discover ID 202600034Discover ID 202600035Discover ID 202600036Discover ID 202600037Discover ID 202600038Discover ID 202600039Discover ID 202600040News Jakarta 899141News Jakarta 899142News Jakarta 899143News Jakarta 899144News Jakarta 899145News Jakarta 899146News Jakarta 899147News Jakarta 899148News Jakarta 899149News Jakarta 899150News Jakarta 899151News Jakarta 899152News Jakarta 899153News Jakarta 899154News Jakarta 899155News Jakarta 899156News Jakarta 899157News Jakarta 899158News Jakarta 899159News Jakarta 899160Berita Perpustakaan 2320001Berita Perpustakaan 2320002Berita Perpustakaan 2320003Berita Perpustakaan 2320004Berita Perpustakaan 2320005Berita Perpustakaan 2320006Berita Perpustakaan 2320007Berita Perpustakaan 2320008Berita Perpustakaan 2320009Berita Perpustakaan 2320010Berita Perpustakaan 2320011Berita Perpustakaan 2320012Berita Perpustakaan 2320013Berita Perpustakaan 2320014Berita Perpustakaan 2320015Berita Perpustakaan 2320016Berita Perpustakaan 2320017Berita Perpustakaan 2320018Berita Perpustakaan 2320019Berita Perpustakaan 2320020Berita Perpustakaan 2320021Berita Perpustakaan 2320022Berita Perpustakaan 2320023Berita Perpustakaan 2320024Berita Perpustakaan 2320025Berita Perpustakaan 2320026Berita Perpustakaan 2320027Berita Perpustakaan 2320028Berita Perpustakaan 2320029Berita Perpustakaan 2320030berita alifa indonesia 60001berita alifa indonesia 60002berita alifa indonesia 60003berita alifa indonesia 60004berita alifa indonesia 60005berita alifa indonesia 60006berita alifa indonesia 60007berita alifa indonesia 60008berita alifa indonesia 60009berita alifa indonesia 60010berita alifa indonesia 60011berita alifa indonesia 60012berita alifa indonesia 60013berita alifa indonesia 60014berita alifa indonesia 60015berita alifa indonesia 60016berita alifa indonesia 60017berita alifa indonesia 60018berita alifa indonesia 60019berita alifa indonesia 60020berita alifa indonesia 60021berita alifa indonesia 60022berita alifa indonesia 60023berita alifa indonesia 60024berita alifa indonesia 60025berita alifa indonesia 60026berita alifa indonesia 60027berita alifa indonesia 60028berita alifa indonesia 60029berita alifa indonesia 60030info 20026001info 20026002info 20026003info 20026004info 20026005info 20026006info 20026007info 20026008info 20026009info 20026010info 20026011info 20026012info 20026013info 20026014info 20026015info 20026016info 20026017info 20026018info 20026019info 20026020info 20026021info 20026022info 20026023info 20026024info 20026025info 20026026info 20026027info 20026028info 20026029info 20026030berita 2026010001berita 2026010002berita 2026010003berita 2026010004berita 2026010005berita 2026010006berita 2026010007berita 2026010008berita 2026010009berita 2026010010berita 2026010011berita 2026010012berita 2026010013berita 2026010014berita 2026010015berita 2026010016berita 2026010017berita 2026010018berita 2026010019berita 2026010020berita 2026010021berita 2026010022berita 2026010023berita 2026010024berita 2026010025berita 2026010026berita 2026010027berita 2026010028berita 2026010029berita 2026010030Berita 2026010001Berita 2026010002Berita 2026010003Berita 2026010004Berita 2026010005Berita 2026010006Berita 2026010007Berita 2026010008Berita 2026010009Berita 2026010010Berita 2026010011Berita 2026010012Berita 2026010013Berita 2026010014Berita 2026010015Berita 2026010016Berita 2026010017Berita 2026010018Berita 2026010019Berita 2026010020Berita 2026010021Berita 2026010022Berita 2026010023Berita 2026010024Berita 2026010025Berita 2026010026Berita 2026010027Berita 2026010028Berita 2026010029Berita 2026010030