
WWW.CONDEONG.ID, Melaka, 03/11/2025)— Hari kedua perjalanan Edutour Internasional Batch 2 diisi dengan eksplorasi sejarah di kota Melaka, salah satu pusat peradaban Melayu yang diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Setelah sarapan di hotel, rombongan berangkat menuju kawasan Rumah Merah (Red Square), ikon terkenal peninggalan kolonial Belanda.
Setibanya di lokasi, para santri diarahkan untuk mengamati langsung jejak sejarah kota pelabuhan yang pernah berada di bawah kekuasaan Portugis, Belanda, dan Inggris. Deretan bangunan bercat merah bata, alun-alun tua, dan gereja bersejarah menjadi sarana belajar terbuka yang memperlihatkan dinamika kekuasaan, perdagangan, serta akulturasi budaya di Asia Tenggara. Para pembimbing mengajak santri untuk memperhatikan unsur arsitektur, pola interaksi masyarakat, serta pentingnya pelestarian kawasan bersejarah.
Menjelang siang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Putrajaya, pusat pemerintahan modern Malaysia. Di Dataran Putra, santri melakukan sesi photostop sambil mengkaji konsep tata kota modern yang mengintegrasikan ruang publik, pusat administrasi, dan desain arsitektur futuristik. Lingkungan yang tertib dan bersih memberikan pengalaman belajar langsung mengenai pengelolaan kota yang efektif.
Perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Putra, salah satu masjid terindah di Malaysia. Di sini, rombongan melaksanakan salat zuhur dan makan siang bersama. Santri mengamati keunikan desain masjid yang memadukan unsur arsitektur Persia, Melayu, dan Maroko, sekaligus memahami bagaimana nilai-nilai Islam tetap terjaga melalui bangunan yang modern dan megah.
Sore hari, rombongan bertolak ke Kuala Lumpur untuk makan malam bersama sebelum check-in hotel dan beristirahat. Hari ini menjadi rangkaian pengalaman yang membuka wawasan, memperkenalkan santri pada kekayaan sejarah Melaka serta perkembangan peradaban Islam modern yang tercermin di Putrajaya.