Kitab Kuning dalam Tradisi Pesantren

Share on:

Facebook
X
WhatsApp

Islam masuk ke Nusantara selain melalui jalur perdagangan, juga melalui transmisi ilmu. Satu di antara produk otentik yang menandai itu adalah kitab kuning. Selain di Indonesia, kitab kuning agaknya tidak akan kita temukan di negeri-negeri Islam lain. Bisa saja kitab kuning sudah digunakan pada masa sebelum Islam, di mandala-mandala Hindu-Budha, hingga berubah bentuknya yang sekarang menjadi pesantren. Martin Van Bruinessen dalam karya bukunya berjudul “Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat”, menyebut bahwa kitab kuning sudah dipelajari sejak abad ke-16.

Azumardi Azra dalam bukunya “Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII”, berpendapat mula-mula kitab-kitab itu dipelajari oleh jaringan ulama Nusantara yang terhubung dengan dunia Timur Tengah sebagai otoritas kecendekiaan Islam. Di abad-abad kemudian, otoritas-otoritas bergerak (ulama) itu disemaikan ke dalam bentuk pendidikan lokal bernama pesantren. Martin Van Bruinessen menduga baru di abad ke-18, pesantren berdiri sebagai sebuah lembaga pendidikan yang berciri kontinuitas, sekaligus adaptif atas perubahan zaman. Dengan demikian, di kurun waktu itu hingga sekarang, pesantren terus eksis dan menjadi lembaga pendidikan yang paling survive di tengah perubahan-perubahan dunia yang semakin cepat.

Sementara itu, bagi Nurcholish Madjid dalam karya Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan, baginya pesantren menjadi saksi bisu atas takdir Islam Indonesia yang mengalami persimpangan sejarah. Ia berhipotesa, seandainya Indonesia tidak mengalami periode kolonial, sangat mungkin pesantren-pesantren yang ada saat ini mampu menjelma layaknya perguruan-perguruan tinggi terbaik sebagaimana di negeri-negeri Eropa. Pasalnya, Islam saat itu berada di pusat kota-kota bandar.

Hal demikian sama dengan yang dialami oleh perguruan-perguruan tinggi di Eropa, selain berada di pusat-pusat kota juga berawal dari biara-biara yang berorientasi keagamaan; sebut saja dua di antaranya adalah Harvard, dan Oxford. Fakta sejarah bahwa Indonesia mengalami persimpangan dan mengalami periode kolonial lantas mengubah dan membentuk corak pesantren hari ini.

Terhitung hingga saat ini, saya menilai Martin Van Bruinessen, Azumardi Azra, dan Zamakhsyari Dhofier merupakan sarjana paling otoritatif dalam menulis khazanah keilmuan kitab kuning dan pesantren jika ditinjau dari sudut akademis. Sebagaimana disinggung di alinea awal, medium kitab kuning (kitab berwarna kuning) sebenarnya sudah digunakan di masa sebelum Islam. Kemudian saat Islam mulai memiliki pengaruh yang meluas beriring dengan terbentuknya jalur perdagangan, kitab kuning turut digunakan oleh para sarjana-sarjana Islam (ulama Nusantara) sebagai medium transmisi ilmu dan persebaran agama Islam. Kemudian di abad-abad selenjutnya, kitab kuning digunakan secara resmi untuk bahan pengajaran di pesantren-pesantren. Martin Van Bruinessen menyebut alasan pokok munculnya pesantren-pesantren ini selain sebagai transmisi ilmu, juga karena semakin menguatnya persebaran Islam di Nusantara.

Sebagaimana yang tertulis dalam kitab-kitab klasik pra-Islam, kitab kuning merupakan karya teks yang menggambarkan tingkat keterpelajaran (cendikia) seseorang. Maka demikian pula yang tergambar dalam kitab kuning di pesantren, keseluruhannya merupakan karya intelektual Islam; mulai dari etika, teologi, gramatika bahasa (nahwu, sharaf), amaliah praktis keseharian (fiqh), mistisisme (tasawuf), dan lain sebagainya. Kitab kuning menggunakan teks dan bahasa arab, namun pengajaran dan pensyarahannya (komentar-ulang) menggunakan bahasa lokal. Di Nusantara, tradisi pensyarahan mengakar kuat di kalangan para ulama Melayu dan Jawa, kendati pun tradisi itu bermula dari ulama-ulama Islam abad pertengahan seperti halnya Imam Al-ghazali.

Tradisi pengajaran dan pensyarahan menggunakan bahasa lokal di kalangan ulama Melayu dan Jawa dinilai unik; di samping melahirkan tradisi baru (arab pegon), juga karena Islam yang kemudian ditransmisikan ke dalam kitab kuning itu bisa menyentuh langsung pada basis masyarakat paling dasar. Maka pesantren yang merupakan basis pendidikan di masyarakat, turut bisa menerima dan menampung perubahan pada tingkat dasarnya pula. Dengan demikian, bahasa dan aksar Arab-Islam itu kemudian tidak menjadi sesuatu yang asing lagi. Ia sudah ditradisikan ulang dan menjadi dinamika kebudayaan lokal baru yang kemudian melahirkan kebudayaan kosmopolis Arab di abad ke-14 hingga abad ke-16 Asia Tenggara.

Martin Van Bruinessen menemukan beberapa fakta menarik bahwa kitab-kitab yang dipelajari di Pesantren hari ini merupakan kitab yang dipelajari pada abad ke-16 hingga abad ke-19. Hal tersebut merujuk dan berdasar pada temuan naskah-naskah Melayu dan Jawa yang dibawa ke Eropa. Di antaranya; naskah-naskah melayu terdiri dari tafsir dua bab penting dari Al-Qur’an, dua hikayat bertema Islam, kitab hukum pernikahan (dalam bahasa arab dengan terjemah antar baris), dan sebuah terjemahan syair dari puji-pujian terhadap Nabi (Qasidah Burdah-nya Al-Bushiri). Kemudian dalam naskah-naskah Jawa, terdapat Wejangan Seh Bari, (sebelumnya dkenal sebagai Kitab Sunan Bonang), kemudian karya besar Imam Al-Ghazali Ihya ulumuddin dan kitab Tahmid, ringkasan Minhaj Al-Abidin, syarh fi daqaiq (syarah kitab popular tentang kosmologi dan eskatologi), dan judul lain Al-Kanz Al-Khafi (harta tersembunyi), dan Ma’rifah Al-‘Alam (terbukanya tabir dunia).

Kurikulum dan Kitab Fiqh di Pesantren

Martin Van Bruinessen mencatat sejak paruh pertama abad ke-17, Pesantren sudah berorientasi pada fiqh, hal demikian beriringan dengan arus modernisasi dunia, termasuk dunia Islam. Di abad yang lalu, ada seorang sarjana Belanda bernama L.W.C van den berg yang menerbitkan sebuah daftar kitab kuning yang waktu itu telah digunakan di pesantren-pesantren Jawa dan Madura. Daftar ini didasarkan atas wawancara dengan para kiai dan turut memberikan gambaaran umum tentang kitab apa saja yang waktu itu dianggap paling penting, dan kitab-kitab tersebut masih digunakan dipelajari sampai sekarang. Pertama, para santri memulainya dengan rukun Islam yang lima dan peraturan ibadah dari teks-teks yang sederhana, seperti; Safinah Al-Najah, Sullam Al-Taufiq, Al-Sittin Mas’alah, Mukhtashar, dan Risalah yang ditulis oleh Sayyid Ahmad bin Zain Al-Habsyi. Lalu bagi santri yang melanjutkan setelah jenjang tersebut, mempelajari beberapa kitab fiqh berikutnya, seperti; Minhaj Al-Qawim, Al-Hawasyi Al-Madaniyah, Fath Al-Qarib, Bajuri (syarah Fath Al-Qarib), Al-Iqna’, Bujairimi (syarah Iqna’), Al-Muharrar, Minhaj Al-Thalibin, Syarh Al-Minhaj, Fath Al-Wahhab, Tuhfah Al-Muhtaj, dan Fath Al-Mu’in, dan I’anah At-Thalibin.

Penutup

KH. Abdurrahman Wahid atau dikenal dengan nama Gusdur, beberapa dekade yang lalu pernah menggulirkan menggulirkan wacana pribumisasi Islam kepada publik Indonesia. Wacana tersbut digulirkan oleh Gusdur atas pengamatannya pada Pesantren tempat ia lahir dan dibesarkan. Gusdur yang merupakan cucu dari pendiri Nahdhotul Ulama (NU) KH. Hasyim Asy’ari, melihat kitab kuning dan pesantren merupakan produk otentik dari Islam Indonesia yang bercorak lokal. Corak demikian, bagi saya menjadi ciri periode kedua Islam di Nusatara, setelah periode peralihan (pertama) yang telah ditransformasikan oleh para wali sembilan (walisanga).

Maka periode kedua, saya menandai dengan munculnya para sarjana Islam (ulama/cendikia) yang terhubung dengan dunia Islam di Timur Tengah, sebagaimana telah ditulis oleh Azumardi Azra dalam karya disertasinya. Para sarjana Islam (ulama) yang telah menimba dan memiliki segudang ilmu itu lantas membawa dan menyemaikan dengan cara yang arif; yaitu menggunakan medium lokal yang ada (kitab kuning dan pesantren) sebagai penyemaian ilmu dan persebaran agama Islam. Hal demikian, Islam yang mempribumi itu menjadi aktual dan relevan, karena selain pengajaran ilmu dan penyemaian Islam, juga sebagai tanda kematangan diri dari keduanya.

[custom_views]

Share on :

Facebook
X
WhatsApp
kencang77Kencang77smm panel murahKencang77 Heylinkagen slotslot77slot 77 gacor slot gacorkencang77slot gacorprediksi togel akuratprediksi togel kencang77prediksi togel terbarupengeluaran togelKabar Aktual 71Daily News Update 2006100berita update 001berita update 002berita update 003berita update 004berita update 005berita update 006berita update 007berita update 008berita update 009berita update 010berita update 011berita update 012berita update 013berita update 014berita update 015berita update 016berita update 017berita update 018berita update 019berita update 020Cerita Rakyat 2026010001Cerita Rakyat 2026010002Cerita Rakyat 2026010003Cerita Rakyat 2026010004Cerita Rakyat 2026010005Cerita Rakyat 2026010006Cerita Rakyat 2026010007Cerita Rakyat 2026010008Cerita Rakyat 2026010009Cerita Rakyat 2026010010Cerita Rakyat 2026010011Cerita Rakyat 2026010012Cerita Rakyat 2026010013Cerita Rakyat 2026010014Cerita Rakyat 2026010015Cerita Rakyat 2026010016Cerita Rakyat 2026010017Cerita Rakyat 2026010018Cerita Rakyat 2026010019Cerita Rakyat 2026010020https://www.zeverix.comberita Update 2006121berita Update 2006122berita Update 2006123berita Update 2006124berita Update 2006125berita Update 2006126berita Update 2006127berita Update 2006128berita Update 2006129berita Update 2006130berita Update 2006131berita Update 2006132berita Update 2006133berita Update 2006134berita Update 2006135berita Update 2006136berita Update 2006137berita Update 2006138berita Update 2006139berita Update 2006140berita Update 2006141berita Update 2006142berita Update 2006143berita Update 2006144berita Update 2006145berita Update 2006146berita Update 2006147berita Update 2006148berita Update 2006149berita Update 2006150berita Update 2006151berita Update 2006152berita Update 2006153berita Update 2006154berita Update 2006155berita Update 2006156berita Update 2006157berita Update 2006158berita Update 2006159berita Update 2006160Daily News 2006161Daily News 2006162Daily News 2006163Daily News 2006164Daily News 2006165Daily News 2006166Daily News 2006167Daily News 2006168Daily News 2006169Daily News 2006170Daily News 2006171Daily News 2006172Daily News 2006173Daily News 2006174Daily News 2006175Daily News 2006176Daily News 2006177Daily News 2006178Daily News 2006179Daily News 2006180Daily News 2006181Daily News 2006182Daily News 2006183Daily News 2006184Daily News 2006185Daily News 2006186Daily News 2006187Daily News 2006188Daily News 2006189Daily News 2006190Daily News 2006191Daily News 2006192Daily News 2006193Daily News 2006194Daily News 2006195Daily News 2006196Daily News 2006197Daily News 2006198Daily News 2006199Daily News 2006200Riset ilmiah 22025041Riset ilmiah 22025042Riset ilmiah 22025043Riset ilmiah 22025044Riset ilmiah 22025045Riset ilmiah 22025046Riset ilmiah 22025047Riset ilmiah 22025048Riset ilmiah 22025049Riset ilmiah 22025050Riset ilmiah 22025051Riset ilmiah 22025052Riset ilmiah 22025053Riset ilmiah 22025054Riset ilmiah 22025055Riset ilmiah 22025056Riset ilmiah 22025057Riset ilmiah 22025058Riset ilmiah 22025059Riset ilmiah 22025060Daily News12222025061Daily News12222025062Daily News12222025063Daily News12222025064Daily News12222025065Daily News12222025066Daily News12222025067Daily News12222025068Daily News12222025069Daily News12222025070Daily News12222025071Daily News12222025072Daily News12222025073Daily News12222025074Daily News12222025075Daily News12222025076Daily News12222025077Daily News12222025078Daily News12222025079Daily News12222025080Daily News12222025081Daily News12222025082Daily News12222025083Daily News12222025084Daily News12222025085Daily News12222025086Daily News12222025087Daily News12222025088Daily News12222025089Daily News12222025090Daily News12222025091Daily News12222025092Daily News12222025093Daily News12222025094Daily News12222025095Daily News12222025096Daily News12222025097Daily News12222025098Daily News12222025099Daily News12222025100Daily News 30060001Daily News 30060002Daily News 30060003Daily News 30060004Daily News 30060005Daily News 30060006Daily News 30060007Daily News 30060008Daily News 30060009Daily News 30060010Daily News 30060011Daily News 30060012Daily News 30060013Daily News 30060014Daily News 30060015Daily News 30060016Daily News 30060017Daily News 30060018Daily News 30060019Daily News 30060020Daily News 30060021Daily News 30060022Daily News 30060023Daily News 30060024Daily News 30060025Daily News 30060026Daily News 30060027Daily News 30060028Daily News 30060029Daily News 30060030Daily Update 2026171Daily Update 2026172Daily Update 2026173Daily Update 2026174Daily Update 2026175Daily Update 2026176Daily Update 2026177Daily Update 2026178Daily Update 2026179Daily Update 2026180Daily Update 2026181Daily Update 2026182Daily Update 2026183Daily Update 2026184Daily Update 2026185Daily Update 2026186Daily Update 2026187Daily Update 2026188Daily Update 2026189Daily Update 2026190Daily Update 2026191Daily Update 2026192Daily Update 2026193Daily Update 2026194Daily Update 2026195Daily Update 2026196Daily Update 2026197Daily Update 2026198Daily Update 2026199Daily Update 2026200Discover ID 202600021Discover ID 202600022Discover ID 202600023Discover ID 202600024Discover ID 202600025Discover ID 202600026Discover ID 202600027Discover ID 202600028Discover ID 202600029Discover ID 202600030Discover ID 202600031Discover ID 202600032Discover ID 202600033Discover ID 202600034Discover ID 202600035Discover ID 202600036Discover ID 202600037Discover ID 202600038Discover ID 202600039Discover ID 202600040Berita Perpustakaan 2320001Berita Perpustakaan 2320002Berita Perpustakaan 2320003Berita Perpustakaan 2320004Berita Perpustakaan 2320005Berita Perpustakaan 2320006Berita Perpustakaan 2320007Berita Perpustakaan 2320008Berita Perpustakaan 2320009Berita Perpustakaan 2320010Berita Perpustakaan 2320011Berita Perpustakaan 2320012Berita Perpustakaan 2320013Berita Perpustakaan 2320014Berita Perpustakaan 2320015Berita Perpustakaan 2320016Berita Perpustakaan 2320017Berita Perpustakaan 2320018Berita Perpustakaan 2320019Berita Perpustakaan 2320020Berita Perpustakaan 2320021Berita Perpustakaan 2320022Berita Perpustakaan 2320023Berita Perpustakaan 2320024Berita Perpustakaan 2320025Berita Perpustakaan 2320026Berita Perpustakaan 2320027Berita Perpustakaan 2320028Berita Perpustakaan 2320029Berita Perpustakaan 2320030berita alifa indonesia 60001berita alifa indonesia 60002berita alifa indonesia 60003berita alifa indonesia 60004berita alifa indonesia 60005berita alifa indonesia 60006berita alifa indonesia 60007berita alifa indonesia 60008berita alifa indonesia 60009berita alifa indonesia 60010berita alifa indonesia 60011berita alifa indonesia 60012berita alifa indonesia 60013berita alifa indonesia 60014berita alifa indonesia 60015berita alifa indonesia 60016berita alifa indonesia 60017berita alifa indonesia 60018berita alifa indonesia 60019berita alifa indonesia 60020berita alifa indonesia 60021berita alifa indonesia 60022berita alifa indonesia 60023berita alifa indonesia 60024berita alifa indonesia 60025berita alifa indonesia 60026berita alifa indonesia 60027berita alifa indonesia 60028berita alifa indonesia 60029berita alifa indonesia 60030info 20026001info 20026002info 20026003info 20026004info 20026005info 20026006info 20026007info 20026008info 20026009info 20026010info 20026011info 20026012info 20026013info 20026014info 20026015info 20026016info 20026017info 20026018info 20026019info 20026020info 20026021info 20026022info 20026023info 20026024info 20026025info 20026026info 20026027info 20026028info 20026029info 20026030berita 2026010001berita 2026010002berita 2026010003berita 2026010004berita 2026010005berita 2026010006berita 2026010007berita 2026010008berita 2026010009berita 2026010010berita 2026010011berita 2026010012berita 2026010013berita 2026010014berita 2026010015berita 2026010016berita 2026010017berita 2026010018berita 2026010019berita 2026010020berita 2026010021berita 2026010022berita 2026010023berita 2026010024berita 2026010025berita 2026010026berita 2026010027berita 2026010028berita 2026010029berita 2026010030Berita 2026010001Berita 2026010002Berita 2026010003Berita 2026010004Berita 2026010005Berita 2026010006Berita 2026010007Berita 2026010008Berita 2026010009Berita 2026010010Berita 2026010011Berita 2026010012Berita 2026010013Berita 2026010014Berita 2026010015Berita 2026010016Berita 2026010017Berita 2026010018Berita 2026010019Berita 2026010020Berita 2026010021Berita 2026010022Berita 2026010023Berita 2026010024Berita 2026010025Berita 2026010026Berita 2026010027Berita 2026010028Berita 2026010029Berita 2026010030Scatter HitamMahjong Waysberita update 202600041berita update 202600042berita update 202600043berita update 202600044berita update 202600045berita update 202600046berita update 202600047berita update 202600048berita update 202600049berita update 202600050berita update 202600051berita update 202600052berita update 202600053berita update 202600054berita update 202600055berita update 202600056berita update 202600057berita update 202600058berita update 202600059berita update 202600060berita update 202600061berita update 202600062berita update 202600063berita update 202600064berita update 202600065berita update 202600066berita update 202600067berita update 202600068berita update 202600069berita update 202600070smm murahsmm indonesiasmm panelsmm terpercayasmm internasionalBerita Perpustakaan 202680001Berita Perpustakaan 202680002Berita Perpustakaan 202680003Berita Perpustakaan 202680004Berita Perpustakaan 202680005Berita Perpustakaan 202680006Berita Perpustakaan 202680007Berita Perpustakaan 202680008Berita Perpustakaan 202680009Berita Perpustakaan 202680010Berita Perpustakaan 202680011Berita Perpustakaan 202680012Berita Perpustakaan 202680013Berita Perpustakaan 202680014Berita Perpustakaan 202680015Berita Perpustakaan 202680016Berita Perpustakaan 202680017Berita Perpustakaan 202680018Berita Perpustakaan 202680019Berita Perpustakaan 202680020Berita Perpustakaan 202680021Berita Perpustakaan 202680022Berita Perpustakaan 202680023Berita Perpustakaan 202680024Berita Perpustakaan 202680025Berita Perpustakaan 202680026Berita Perpustakaan 202680027Berita Perpustakaan 202680028Berita Perpustakaan 202680029Berita Perpustakaan 202680030Berita Journal 0001Berita Journal 0002Berita Journal 0003Berita Journal 0004Berita Journal 0005Berita Journal 0006Berita Journal 0007Berita Journal 0008Berita Journal 0009Berita Journal 0010Berita Journal 0011Berita Journal 0012Berita Journal 0013Berita Journal 0014Berita Journal 0015Berita Journal 0016Berita Journal 0017Berita Journal 0018Berita Journal 0019Berita Journal 0020Berita Journal 0021Berita Journal 0022Berita Journal 0023Berita Journal 0024Berita Journal 0025Berita Journal 0026Berita Journal 0027Berita Journal 0028Berita Journal 0029Berita Journal 0030Ilmiah 202690001Ilmiah 202690002Ilmiah 202690003Ilmiah 202690004Ilmiah 202690005Ilmiah 202690006Ilmiah 202690007Ilmiah 202690008Ilmiah 202690009Ilmiah 202690010Ilmiah 202690011Ilmiah 202690012Ilmiah 202690013Ilmiah 202690014Ilmiah 202690015Ilmiah 202690016Ilmiah 202690017Ilmiah 202690018Ilmiah 202690019Ilmiah 202690020Ilmiah 202690021Ilmiah 202690022Ilmiah 202690023Ilmiah 202690024Ilmiah 202690025Ilmiah 202690026Ilmiah 202690027Ilmiah 202690028Ilmiah 202690029Ilmiah 202690030News 2026260001News 2026260002News 2026260003News 2026260004News 2026260005News 2026260006News 2026260007News 2026260008News 2026260009News 2026260010News 2026260011News 2026260012News 2026260013News 2026260014News 2026260015News 2026260016News 2026260017News 2026260018News 2026260019News 2026260020News 2026260021News 2026260022News 2026260023News 2026260024News 2026260025News 2026260026News 2026260027News 2026260028News 2026260029News 2026260030Daily News 899890001Daily News 899890002Daily News 899890003Daily News 899890004Daily News 899890005Daily News 899890006Daily News 899890007Daily News 899890008Daily News 899890009Daily News 899890010Daily News 899890011Daily News 899890012Daily News 899890013Daily News 899890014Daily News 899890015Daily News 899890016Daily News 899890017Daily News 899890018Daily News 899890019Daily News 899890020Daily News 899890021Daily News 899890022Daily News 899890023Daily News 899890024Daily News 899890025Daily News 899890026Daily News 899890027Daily News 899890028Daily News 899890029Daily News 899890030