
WWW.CONDONG.ID – TASIKMALAYA — Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong resmi mengakhiri seluruh rangkaian rentetan Ujian Akhir Tahun Ajaran 2025-2026. Momentum tersebut ditandai dengan diselenggarakannya acara Evaluasi dan Tasyakur Ujian Akhir Tahun yang berlangsung khidmat pada Selasa (30/6/2026) bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak Pimpinan Pesantren, segenap jajaran guru, serta seluruh santri kelas 1, 2, 4, dan 5 yang menjadi peserta ujian.
Rangkaian ujian di Pesantren Condong ini dikenal memiliki keunikan tersendiri dan berlangsung selama satu bulan penuh. Dimulai sejak tanggal 6 Juni 2026, para santri terlebih dahulu diuji mental dan wawasannya melalui ujian lisan (syafahi) yang berlangsung selama delapan hari. Setelah menyelesaikan ujian lisan tersebut, konsentrasi para santri kembali dilihat melalui ujian tulis (tahriri) yang berlangsung maraton hingga berakhir pada tanggal 29 Juni 2026. Evaluasi dan tasyakur ini digelar sebagai bentuk syukur mendalam atas berhasilnya para santri dan guru-guru menjalankan dan melewati masa-masa ujian yang panjang.

Wakil Pimpinan Pondok Pesantren, Dr. KH. Mahmud Farid, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam dan nasihat kepada seluruh santri agar memahami makna hakikat dari ujian di Pesantren Condong.
“Hakikat dari ujian adalah bagaimana kita mempersiapkan diri untuk masa depan, dan mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan,” tutur Dr. KH. Mahmud Farid, M.Pd. Beliau juga menambahkan, “Bersyukur atas selesainya ujian ini adalah tanda dari keimanan seseorang, maka bersyukurlah wahai anak-anakku atas selesainya masa ujian tahun ini.”

Tidak hanya bagi para santri, momentum kesyukuran atas selesainya masa ujian ini juga menjadi ruang refleksi besar bagi para tenaga pendidik atau guru. Ujian di lembaga pesantren laksana cermin dua arah yang menguji kompetensi santri sekaligus menguji komitmen para guru dalam mengawal proses transfer keilmuan dan nilai-nilai moral.
Ust. Budi Syihabuddin, M.Pd., memberikan penekanan khusus mengenai peran dan esensi guru dalam momen ujian ini. “Atas selesainya ujian tahun ini, mari tingkatkan kualitas sebagai pengajar untuk memberikan yang terbaik bagi generasi bangsa pada tahun ajaran baru nanti. Ujian yang diselenggarakan bukan hanya untuk santri, tetapi untuk para guru juga, yaitu diuji kesabarannya, keikhlasannya, kesungguhannya dalam mendidik para santri,” paparnya di hadapan majelis guru.

Pada kesempatan tasyakur ini, Ketua Yayasan Tarbiyatul Islamiyah, Bapak Asep Saepul Alam, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pengajar. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi yang tinggi, pihak yayasan mengumumkan dan memberikan penghargaan kepada penguji dan pengawas terbaik tahun ini, yang berhasil diraih oleh Ust. Fajar Musytamil, M.Pd., dan Usth. Suci Islamiati, S.Pd.I.
Dengan diselenggarakannya agenda evaluasi dan tasyakur ini, pihak pesantren berharap para santri tidak sekadar merayakan selesainya ujian, melainkan mampu merefleksikan seluruh proses dinamis yang telah mereka lalui selama satu bulan ke belakang. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah para santri dapat mengevaluasi kekurangan diri, memperbaiki pola belajar, serta memupuk kesungguhan sejak dini demi mempersiapkan diri menghadapi ujian di tahun selanjutnya dengan mentalitas yang jauh lebih matang. [NHF]