
Tasikmalaya, 27 Januari 2026 — UPT Santripreneur Universitas Riyadlul Ulum (UNIRU) menggelar Expo Santripreneur Angkatan Pertama 2026 pada Selasa (27/1/2026) di Meeting Hall Universitas Riyadlul Ulum. Kegiatan ini meliputi presentasi hasil magang mahasiswa di UPT Santripreneur, penutupan Program Santripreneur angkatan 2025, serta pembukaan Program Santripreneur angkatan 2026, yang diikuti oleh 78 mahasiswa reguler dari lima program studi yang terlibat aktif dalam kegiatan Santripreneur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi Program Santripreneur Tahun Ajaran 2025/2026, sekaligus ruang refleksi dan penguatan pembelajaran bagi mahasiswa yang telah menjalani proses magang dan pembinaan kewirausahaan selama satu tahun ajaran. Melalui expo ini, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil kegiatan, tetapi juga menampilkan proses pembelajaran kewirausahaan yang telah mereka jalani dalam ekosistem santripreneur UNIRU.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian hasil magang mahasiswa reguler yang terlibat dalam program Santripreneur. Selanjutnya, dilakukan penyerahan sertifikat secara simbolik kepada mahasiswa semester tujuh yang telah terlibat dalam berbagai proyek santripreneur, meliputi budidaya melon, buncis, kangkung, jagung manis, dan terong. Sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti program.

Kepala UPT Santripreneur UNIRU, Zaidan Rahmat Nurhayat, M.E, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar nilai-nilai kewirausahaan yang ditanamkan kepada mahasiswa dapat terus tumbuh dan berkembang hingga mereka lulus dan mengabdi di masyarakat dengan berbagai profesi yang akan mereka jalani.
“Semoga virus entrepreneur yang kami sebar kepada mahasiswa, tertanam, tumbuh dan berkembang sampai mereka lulus, mengabdi di masyarakat dengan berbagai profesi apa pun yang akan mereka jalani kelak.” Ujar Kepala UPT Santripreneur UNIRU
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Program Santripreneur diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik dan pendidikan agama, tetapi juga memiliki soft skill, keterampilan kewirausahaan, serta kemandirian ekonomi, sehingga mampu menjadi pilar penguatan ekonomi pesantren dan masyarakat.