
WWW.CONDONG.ID – CONDONG – Menjelang estafet kepemimpinan organisasi santri, Pondok Pesantren Condong menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) bagi calon pengurus Organisasi Santri Pesantren Condong (OSPC) masa bakti 2026-2027. Kegiatan intensif ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 7 – 9 Januari 2026, terpusat di Auditorium Pesantren Condong.
LDKS tahun ini diikuti oleh seluruh santri kelas 5 KMI yang dipersiapkan menjadi pemimpin penggerak kedisiplinan dan dinamika pesantren. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan mentalitas kepemimpinan serta pembekalan manajerial organisasi sebelum mereka resmi dilantik.
Kepemimpinan Berbasis “Rasa” dan Akhlak Nabi Muhammad Saw
Pimpinan Pondok Pesantren Condong, Drs. KH. Endang Rahmat, menekankan bahwa kepemimpinan di lingkungan pesantren bukan sekadar soal jabatan formal, melainkan soal kepekaan batin atau rasa.
“Menjadi seorang pemimpin itu harus mempunyai rasa; rasa tanggung jawab, rasa peduli, rasa mengayomi, dan rasa memiliki. Sehingga ketika mengurus, tidak hampa atau tidak bergairah,” ujar beliau saat memberikan arahan kepada para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Ust. Muhammad Mufti Najmul Umam, Lc. S.S.I, M.Ag., mengingatkan para santri untuk selalu merujuk pada keteladanan nubuwah. Beliau berpesan agar para calon pengurus meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw sebagai fondasi utama.
“Dengan meneladani akhlak Rasulullah, kalian akan menjadi pengurus yang dihargai dan dicintai oleh anggota yang kalian pimpin,” tambahnya.
Kegiatan Pelatihan berupa Materi dan Praktek
Selama tiga hari, para santri kelas 5 KMI digembleng dengan berbagai materi kepemimpinan yang dirancang untuk memperkaya pengalaman organisasi. Tidak hanya diisi dengan seminar di dalam ruangan, kegiatan ini juga mengedepankan aspek ukhuwah (persaudaraan) melalui permainan sebagai bentuk kerja sama.
Di penghujung acara, panitia menyelenggarakan sesi evaluasi serta berbagai games edukatif. Sesi ini berfungsi sebagai sarana bonding untuk mempererat ikatan emosional antar calon pengurus, sehingga tercipta kerja sama tim yang solid ketika menjadi pengurus.
Sebagai bentuk motivasi, LDKS 2026 juga memberikan penghargaan kepada peserta dan kelompok yang menunjukkan performa terbaik, diantaranya:
- Kelompok Terbaik: Kelompok 3
- Peserta Teraktif: Fariz Maulana (Kelas 5H) dan Rafael Abdad Manal (Kelas 5G)
Dengan tuntasnya pelaksanaan LDKS ini, para santri kelas 5 KMI diharapkan tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. LDKS ini menjadi fondasi penting agar kepengurusan OSPC periode 2026-2027 mampu menjalankan roda organisasi dengan penuh dedikasi, dan tetap menjaga marwah pesantren melalui akhlakul karimah. [NHF]