Yogyakarta, 27 November 2025 — Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Riyadul Ulum Tasikmalaya melaksanakan Praktikum Lapangan Semester 3 di Yogyakarta pada 26–27 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran yang menghubungkan teori perkuliahan dengan realitas lapangan.

Selama dua hari, mahasiswa melakukan kunjungan ke sejumlah situs sejarah penting seperti Masjid Gedhe Kauman, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pesanggrahan Tamansari, Museum Sonobudoyo, Museum Benteng Vredeburg, dan Diorama Arsip Yogyakarta. Seluruh lokasi tersebut dipilih karena memiliki relevansi dengan kajian budaya, sosial, dan politik masa lalu, khususnya dalam konteks sejarah Islam dan kebudayaan Nusantara.
Menurut KaprodI SPI sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, H. Deden Gumilang MN, M.Hum., kegiatan ini merupakan bagian strategis dari kurikulum prodi.
“Praktikum lapangan penting untuk memperluas wawasan mahasiswa agar memahami sejarah secara kontekstual. Yogyakarta dipilih karena kaya akan jejak perkembangan Islam, budaya Jawa, dan sejarah kolonial,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa dalam mengamati bukti-bukti sejarah secara langsung. Melalui observasi terhadap artefak dan situs bersejarah, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan analisis dan kesadaran historis yang lebih mendalam.
Selain itu, praktikum juga memberikan manfaat sosial dan akademik, seperti menumbuhkan kepekaan terhadap pelestarian warisan budaya, serta membangun kemampuan kerja sama dan diskusi kelompok.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa SPI STAI Riyadul Ulum tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan akademik dengan konteks lapangan secara lebih luas dan aplikatif.