
WWW.CONDONG.ID – TASIKMALAYA – Menutup satu tahun masa khidmah, Organisasi Santri Pesantren Condong (OSPC) dan Koordinator Pramuka periode 2025-2026 memasuki fase akhir dalam dinamika berorganisasi. Sejak tanggal 24 hingga 29 Januari 2026, Auditorium Pesantren Condong menjadi tempat berlangsungnya agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang diikuti oleh seluruh santri, para asatiz dan jajaran pimpinan pondok.
Agenda yang dilaksanakan selama enam hari ini bukan sekadar seremoni serah terima jabatan, melainkan sebuah kawah candradimuka kepemimpinan yang nyata. Di sini, para pengurus OSPC diuji untuk mempertanggungjawabkan setiap kinerja dan program kerja yang telah mereka laksanakan di hadapan pimpinan dan ribuan santri.
Persiapan matang telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Para santri kelas 5 diberikan waktu untuk melakukan persiapan tempat, lalu para pengurus OSPC dan Koordinator Pramuka sibuk menyusun draf laporan yang akurat. Hal ini mencerminkan tradisi estafet kepemimpinan yang harmonis di lingkungan Pesantren Condong.
Pesan Pimpinan: Integritas dan Evaluasi
Dua pimpinan pondok memberikan pesan mendalam mengenai esensi dari pertanggungjawaban. KH. Diding Darul Falah menekankan bahwa kejujuran dalam melaporkan kekurangan adalah kunci kemajuan di masa depan.
“Kekurangan dan kelebihan menjadi laporan yang akan dievaluasi. Mudah-mudahan evaluasi yang disampaikan menjadi perubahan bagi kepengurusan yang akan datang,” tutur beliau.

Senada dengan hal tersebut, Drs. KH. Endang Rahmat mengingatkan para pengurus tentang prinsip akuntabilitas dalam Islam melalui kaidah “Haasibu qobla an Tuhaasabuu” (hisablah dirimu sebelum engkau dihisab).
“Jadilah pengurus yang siap dimintai pertanggungjawabannya, dan siap memberikan pertanggungjawabannya dengan baik serta tidak dilebih-lebihkan,” tegas Kiai Endang.
Nilai dalam Kegiatan yang bisa dipetik
Dengan dilaksanakannya LPJ ini, Pesantren Condong kembali menegaskan bahwasanya sebagai pondok pesantren tidak hanya mencetak ulama, tetapi juga pemimpin yang berintegritas dan siap untuk berkiprah.
Dampak dari kegiatan ini meliputi:
- Transparansi Organisasi: Memastikan setiap amanah dijalankan sesuai koridor yang ditetapkan pimpinan.
- Pelajaran Bagi Pengurus Baru: Calon pengurus (kelas 5) mendapatkan gambaran nyata mengenai tantangan dan solusi dalam memimpin, sehingga mereka tidak perlu “memulai dari nol”.
- Meningkatkan Budaya Literasi: Laporan yang tertulis secara rapi menjadi dokumen sejarah dan rujukan bagi generasi mendatang untuk terus berinovasi.
Agenda LPJ ini akan ditutup dengan prosesi pelantikan pengurus baru yang diharapkan mampu membawa semangat transformasi pasca-evaluasi ini dilaksanakan, selanjutnya para pengurus yang sudah purna dari tugasnya akan fokus dalam kegiatan sebagai siswa akhir KMI 2026. [NHF]