
WWW.CONDONG.ID – TASIKMALAYA – Selama sepekan penuh, atmosfer Pondok Pesantren Condong berubah menjadi “kampung global”. Sejak 8 hingga 13 Januari 2026, ribuan mata tertuju pada perhelatan Language Festival (LF) 2026, sebuah ajang prestisius yang mengadu ketajaman lisan dan kreativitas santri dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Berpusat di Auditorium Pondok dan Gedung Ibnu Malik (IBM), festival ini diikuti oleh santri kelas 1 hingga 4 KMI. Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian hasil latihan intensif yang dibimbing oleh Mudabbir serta bagian Penggerak Bahasa (Central Language Improvement / CLI) OSPC masa bakti 2025-2026.
Mengasah Nalar, Mengukir Prestasi
Bukan sekadar Sing a Song atau Ghina Aroby, LF 2026 menyajikan kompetisi tingkat tinggi seperti English Debate dan Munadhoroh (Debat Bahasa Arab). Di sini, santri dituntut berpikir kritis dalam bahasa asing di bawah tekanan waktu yang ketat.
“Tujuannya jelas, kami ingin santri memiliki kecerdasan lingual yang mumpuni. Bahasa adalah kunci untuk membuka jendela dunia,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
Istanbul Dormitory Sabet Gelar Juara Umum
Persaingan antar-asrama (dormitory) berlangsung sangat sengit. Asrama Istanbul akhirnya keluar sebagai Juara Umum (General Winner) setelah mendominasi berbagai kategori bergengsi, termasuk Reporter, Qiroatul Akhbar, dan Insya.

Namun, asrama lain tidak tinggal diam. Asrama Al-Khawarizmi berhasil meraih predikat The Best Dormitory berkat konsistensi performa mereka di kategori Language Zone, The Best Parade, hingga kategori The Best Supervisor yang diraih oleh Rafael Abdal Manal.
Berikut adalah beberapa daftar jawara utama Language Festival 2026:
| Cabang Lomba | Juara 1 | Juara 2 |
| Sing a Song | Nizam Nursalam (Istanbul) | B.J Habibie (Dzulkarnain) |
| Ghina Aroby | M. Zahran Zayyana (Dz) | Syahrullah Mubarak (Ist) |
| Reporter | Muhammad Sultan Syawal (Ist) | Hanif Maulana (Dz) |
| Qiroatul Akhbar | Arbi Warbiansyah Rusyaman (Ist) | M. Irham Arifqi (Al-Khawarizmi) |
| Sirodul Qisshoh | Dzikri Ahmad Fauzi (Ist) | Adam Murod (Al-Khawarizmi) |
| Insyadu Syi’ri | Muhammad Dzikri Cahaya (Ist) | Salman Alparies (Dzulkarnain) |
| Insya Aroby | Ahmad Daniyal Jamil (Ist) | Bambang Rahayu Gumilang (Riyadusholihin) |
| Mu’alliq | Daffa Ibnu Hafidz (Dzulkarnain) | M. Alif R (Istanbul) |
| Commentator | Khalif Aqeela (Dzulkarnain) | Adima R (Riyadlussolihin) |
| Comic | Akbar (Riyadusholihin) | Hasan (Dzulkarnain) |
LIQ:
- Riyadusholihin Dormitory
- Istanbul Dormitory
Munadhoroh (Debat Arab):
- Category Shighor: Al-Khawarizmi Dormitory
- Category Kibar: Riyadusholihin Dormitory
English Debate:
- Category Shighor: Dzulkarnain Dormitory
- Category Kibar: Riyadusholihin Dormitory
Pamphlet:
- Istanbul Dormitory
- Al-Khawarizmi Dormitory
Language Zone:
- Al-Khawarizmi Dormitory
- Istanbul Dormitory
The Best Parade: Al-Khawarizmi Dormitory
Language Ambassador:
- Muhammad Kasyful A (23 Generation)
- Raffa Kurniawan (22 Generation)
Language Envoy:
- Class One: Tantan Muhammad
- Class Four: M. Bayu Ramadan
The Best Talent: Raffa Kurniawan (22 Generation)
The Best Costume: Arbi Warbiansyah
The Best Supervisor:
- Rafael Abdal Manal (Al-Khawarizmi)
- Aghny Muhaimin (Istanbul)
- Muhammad Irfan Z (Dzulkarnain)
General Winner (Juara Umum): ISTANBUL DORMITORY
The Best Dormitory: AL-KHAWARIZMI DORMITORY
Implikasi: Lebih dari Sekadar Menang

Dampak dari Language Festival ini sangat terasa pada peningkatan kepercayaan diri santri dalam berkomunikasi harian. LF 2026 berhasil mematahkan stigma bahwa bahasa asing adalah momok yang menakutkan. Sebaliknya, melalui lomba seperti Comic, Commentator, dan Mu’alliq, bahasa menjadi sarana berekspresi yang menyenangkan.
Dengan berakhirnya festival ini, Pesantren Condong kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi multibahasa yang siap bersaing di kancah internasional tanpa meninggalkan jati diri sebagai santri. [LMR]