Language Festival 2026: Panggung Diplomasi Bahasa Santri Condong

Share on:

Facebook
X
WhatsApp

WWW.CONDONG.IDTASIKMALAYA – Selama sepekan penuh, atmosfer Pondok Pesantren Condong berubah menjadi “kampung global”. Sejak 8 hingga 13 Januari 2026, ribuan mata tertuju pada perhelatan Language Festival (LF) 2026, sebuah ajang prestisius yang mengadu ketajaman lisan dan kreativitas santri dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Berpusat di Auditorium Pondok dan Gedung Ibnu Malik (IBM), festival ini diikuti oleh santri kelas 1 hingga 4 KMI. Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian hasil latihan intensif yang dibimbing oleh Mudabbir serta bagian Penggerak Bahasa (Central Language Improvement / CLI) OSPC masa bakti 2025-2026.

Mengasah Nalar, Mengukir Prestasi

Bukan sekadar Sing a Song atau Ghina Aroby, LF 2026 menyajikan kompetisi tingkat tinggi seperti English Debate dan Munadhoroh (Debat Bahasa Arab). Di sini, santri dituntut berpikir kritis dalam bahasa asing di bawah tekanan waktu yang ketat.

“Tujuannya jelas, kami ingin santri memiliki kecerdasan lingual yang mumpuni. Bahasa adalah kunci untuk membuka jendela dunia,” ujar salah satu panitia penyelenggara.

Istanbul Dormitory Sabet Gelar Juara Umum

Persaingan antar-asrama (dormitory) berlangsung sangat sengit. Asrama Istanbul akhirnya keluar sebagai Juara Umum (General Winner) setelah mendominasi berbagai kategori bergengsi, termasuk Reporter, Qiroatul Akhbar, dan Insya.

Namun, asrama lain tidak tinggal diam. Asrama Al-Khawarizmi berhasil meraih predikat The Best Dormitory berkat konsistensi performa mereka di kategori Language Zone, The Best Parade, hingga kategori The Best Supervisor yang diraih oleh Rafael Abdal Manal.

Berikut adalah beberapa daftar jawara utama Language Festival 2026:

Cabang LombaJuara 1Juara 2
Sing a SongNizam Nursalam (Istanbul)B.J Habibie (Dzulkarnain)
Ghina ArobyM. Zahran Zayyana (Dz)Syahrullah Mubarak (Ist)
ReporterMuhammad Sultan Syawal (Ist)Hanif Maulana (Dz)
Qiroatul AkhbarArbi Warbiansyah Rusyaman (Ist)M. Irham Arifqi (Al-Khawarizmi)
Sirodul QisshohDzikri Ahmad Fauzi (Ist)Adam Murod (Al-Khawarizmi)
Insyadu Syi’riMuhammad Dzikri Cahaya (Ist)Salman Alparies (Dzulkarnain)
Insya ArobyAhmad Daniyal Jamil (Ist)Bambang Rahayu Gumilang (Riyadusholihin)
Mu’alliqDaffa Ibnu Hafidz (Dzulkarnain)M. Alif R (Istanbul)
CommentatorKhalif Aqeela (Dzulkarnain)Adima R (Riyadlussolihin)
ComicAkbar (Riyadusholihin)Hasan (Dzulkarnain)

LIQ:

  1. Riyadusholihin Dormitory
  2. Istanbul Dormitory

Munadhoroh (Debat Arab):

  • Category Shighor: Al-Khawarizmi Dormitory
  • Category Kibar: Riyadusholihin Dormitory

English Debate:

  • Category Shighor: Dzulkarnain Dormitory
  • Category Kibar: Riyadusholihin Dormitory

Pamphlet:

  1. Istanbul Dormitory
  2. Al-Khawarizmi Dormitory

Language Zone:

  1. Al-Khawarizmi Dormitory
  2. Istanbul Dormitory

The Best Parade: Al-Khawarizmi Dormitory

Language Ambassador:

  1. Muhammad Kasyful A (23 Generation)
  2. Raffa Kurniawan (22 Generation)

Language Envoy:

  • Class One: Tantan Muhammad
  • Class Four: M. Bayu Ramadan

The Best Talent: Raffa Kurniawan (22 Generation)

The Best Costume: Arbi Warbiansyah

The Best Supervisor:

  • Rafael Abdal Manal (Al-Khawarizmi)
  • Aghny Muhaimin (Istanbul)
  • Muhammad Irfan Z (Dzulkarnain)

General Winner (Juara Umum): ISTANBUL DORMITORY

The Best Dormitory: AL-KHAWARIZMI DORMITORY

Implikasi: Lebih dari Sekadar Menang

Dampak dari Language Festival ini sangat terasa pada peningkatan kepercayaan diri santri dalam berkomunikasi harian. LF 2026 berhasil mematahkan stigma bahwa bahasa asing adalah momok yang menakutkan. Sebaliknya, melalui lomba seperti Comic, Commentator, dan Mu’alliq, bahasa menjadi sarana berekspresi yang menyenangkan.

Dengan berakhirnya festival ini, Pesantren Condong kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi multibahasa yang siap bersaing di kancah internasional tanpa meninggalkan jati diri sebagai santri. [LMR]

[custom_views]

Share on :

Facebook
X
WhatsApp