
WWW.CONDONG.ID – BANDUNG – Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong kembali membuktikan tajinya di level nasional. Dalam ajang bergengsi Pekan Lomba Nasional 2026 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Zawiyah Darul Hayat, Bandung, perwakilan santri Condong berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih podium tertinggi pada cabang lomba pidato Bahasa Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (10-11/1), ini diikuti oleh berbagai delegasi pesantren dari seluruh wilayah. Perhelatan nasional ini digelar secara khusus oleh Pondok Pesantren Zawiyah Darul Hayat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2026.
Dari Latihan Rutin Hingga Panggung Nasional
Prestasi membanggakan tersebut dipersembahkan oleh Moch. Indra Bastian Putra Nurjaman, santri kelas 4H KMI Pesantren Condong. Indra berhasil tampil memukau di hadapan dewan juri dan audiens, hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia.
Indra terpilih melalui seleksi internal yang ketat sebelum diberangkatkan ke Bandung. Dalam penampilannya, ia tidak hanya dinilai dari materi pidato yang berbobot, namun juga dari teknik vokal, ekspresi, serta kemampuan membangun koneksi dengan penonton—ciri khas santri Condong yang memang dikenal memiliki bekal retorika yang kuat.
Beberapa Delegasi Lainnya
Pada peringatan Isra’ Mi’raj kali ini, Pesantren Condong tidak hanya mengirimkan perwakilan pada satu bidang. Sejumlah santri pilihan turut diterjunkan untuk berkompetisi di berbagai cabang lomba, di antaranya:
- Tahfizh Al-Qur’an
- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
- Pidato Bahasa Indonesia
Langkah pengiriman delegasi ini merupakan komitmen berkelanjutan Pesantren Condong untuk mengasah mentalitas juara dan memperluas wawasan santri di luar tembok pesantren, walaupun sebagian cabang belum mendapatkan juara, tapi hal ini menjadi pengalaman berharga bagi peningkatan kualitas diri mereka.
Implikasi dan Harapan
Keberhasilan Moch. Indra Bastian meraih juara pertama di tingkat nasional ini memberikan dampak positif bagi motivasi santri lainnya. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kurikulum pesantren yang mengintegrasikan penguasaan bahasa dan disiplin ilmu agama mampu mencetak insan yang kompetitif di berbagai lini.
Kemenangan ini diharapkan menjadi suntikan semangat bagi seluruh santri Pesantren Condong untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam syiar Islam melalui lisan dan tulisan di panggung-panggung nasional lainnya. Selamat! [NHF]