
WWW.CONDONG.ID – Bandung, (29/10)— Momen bersejarah terjadi bagi Pesantren Condong dan dunia pendidikan tinggi Jawa Barat. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 824/B/O/2025 tentang izin perubahan bentuk Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Riyadlul Ulum di Kota Tasikmalaya menjadi Universitas Riyadlul Ulum kepada Ketua Yayasan Tarbiyatul Islamiyah Condong, KH. Asep Saepul Alam, M.Pd. Penyerahan dilakukan di Gedung A Kantor LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, disaksikan oleh Rektor Universitas Riyadlul Ulum, Dr. KH. Mahmud Farid, M.Pd., Wakil Rektor I, Dr. Ashary Ramdhani, M.Pd., dan Kapokja Kelembagaan, Ibu Lestari.
Alih bentuk ini menjadi catatan sejarah tersendiri karena terjadi dalam waktu yang relatif singkat. ITB Riyadlul Ulum yang berdiri pada tahun 2021 kini, hanya empat tahun kemudian, bertransformasi menjadi universitas.Perubahan cepat ini tidak terlepas dari dukungan kuat Pondok Pesantren Riyadlul Ulum, yang berkomitmen menjalankan amanah Pimpinan Pondok generasi ke-6, KH. Ma’mun, agar berdiri Universitas Pesantren yang kini resmi bernama Universitas Riyadlul Ulum.
Menurut keputusan tersebut, universitas ini diselenggarakan oleh Yayasan Tarbiyatul Islamiyah Condong dan akan menjadi simbol kolaborasi antara tradisi keilmuan pesantren dengan sistem pendidikan tinggi modern.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Kapokja Kelembagaan LLDIKTI IV, Ibu Lestari, yang menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Universitas Riyadlul Ulum dalam meningkatkan status kelembagaan.
Dalam sambutannya, Ibu Lestari menekankan tiga hal penting yang perlu segera dilakukan universitas pasca-diterimanya SK:
- Akreditasi program studi baru wajib diajukan paling lambat dua tahun setelah SK diterbitkan.
- Migrasi data dari ITB Riyadlul Ulum ke Universitas Riyadlul Ulum harus diselesaikan secara tertib dan menyeluruh.
- Pelaporan data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) harus segera dilakukan agar seluruh aktivitas akademik tercatat dan terintegrasi dalam sistem nasional.
“Kami mengucapkan selamat atas capaian luar biasa ini. Namun, setelah SK diterima, masih banyak tugas penting yang harus segera diselesaikan, khususnya akreditasi dan pelaporan data ke PDDIKTI,” ujar Lestari dalam sambutannya.
Selanjutnya, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., memberikan arahan dan motivasi bagi sivitas akademika Universitas Riyadlul Ulum.
Dalam arahannya, Dr. Lukman menyampaikan empat tantangan sekaligus motivasi penting sebagai bekal langkah awal universitas dalam menapaki dunia pendidikan tinggi:
- Persaingan antarperguruan tinggi di Tasikmalaya.
“Kita tahu, Tasikmalaya ini adalah daerah dengan banyak perguruan tinggi. Karena itu, Universitas Riyadlul Ulum akan menghadapi para pesaing yang sudah berpengalaman. Namun saya yakin, dengan semangat dan komitmen yang kuat, universitas ini akan mampu menjadi kompetitor terbaik,” ujar Dr. Lukman optimistis. - Kompleksitas akreditasi universitas.
Ia menekankan bahwa memperoleh SK alih bentuk bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. “Semangat perjuangan jangan sampai padam. Pelihara energi positif itu untuk memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan tetap terjaga,” pesannya. - Penguatan karier dosen dan kualifikasi akademik.
Menurutnya, universitas perlu mendorong dosen untuk melanjutkan studi hingga jenjang S3 dan meraih jabatan fungsional yang lebih tinggi. “Universitas yang hebat lahir dari dosen-dosen yang kuat, berintegritas, dan terus meningkatkan kapasitasnya,” tegasnya. - Promosi dan publikasi program studi baru.
“Jangan biarkan prodi baru berjalan tanpa publikasi yang kuat. Gunakan seluruh potensi, termasuk jejaring pesantren dan masyarakat, untuk memperkenalkan program-program unggulan universitas,” tutup Dr. Lukman.
Menanggapi arahan tersebut, Rektor Universitas Riyadlul Ulum, Dr. KH. Mahmud Farid, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan LLDIKTI IV.
Ia menjelaskan bahwa pendirian universitas ini berangkat dari landasan kuat dunia pesantren, yang selama ini menjadi basis pendidikan dan pembinaan masyarakat.
“Universitas Riyadlul Ulum lahir dari rahim pesantren, dari komunitas internal yang sudah existing dan solid. Kami ingin menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual,” ujarnya.
Rektor menambahkan bahwa Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah akan menjadi komunitas internal promosi berkelanjutan sekaligus sumber calon mahasiswa potensial bagi universitas.
Ia juga menyoroti potensi besar Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia, yakni 12.977 pesantren (data 2025) atau sekitar 30,6% dari total nasional.
“Ini adalah peluang besar bagi Universitas Riyadlul Ulum untuk menjadi model Universitas Pesantren yang diminati para santri di seluruh Jawa Barat dan Indonesia,” imbuhnya.
Alih bentuk Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Riyadlul Ulum menjadi Universitas Riyadlul Ulum bukan hanya perubahan nomenklatur, tetapi langkah strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren.
Secara kelembagaan, perubahan ini membawa konsekuensi tata kelola yang lebih kompleks dan multidisipliner. Universitas kini memiliki peluang luas untuk mengembangkan beragam program studi lintas bidang — dari sains, teknologi, sosial, hingga keagamaan.
Dari sisi mutu akademik, status universitas menuntut peningkatan kualitas melalui:
- Akreditasi institusi dan program studi,
- Penguatan kapasitas dosen,
- Peningkatan produktivitas riset dan publikasi ilmiah.
Transformasi ini juga memiliki dampak sosial dan kultural yang kuat karena universitas ini lahir dari rahim pesantren. Nilai-nilai pesantren seperti keikhlasan, kedisiplinan, dan akhlak mulia menjadi ruh utama dalam seluruh kegiatan akademik.
Secara ekonomi dan regional, kehadiran Universitas Riyadlul Ulum di Tasikmalaya diharapkan menjadi pusat pertumbuhan pendidikan tinggi baru yang dapat meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif serta berakhlak.
Transformasi ini sekaligus menjadi momentum bagi Universitas Riyadlul Ulum untuk menegaskan identitasnya sebagai Universitas Pesantren — yang memadukan kekuatan tradisi keilmuan Islam dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern.
Dokumen Resmi: Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 824/B/O/2025
Lokasi: Gedung A Kantor LLDIKTI IV Jawa Barat Banten
Tanggal: 29 Oktober 2025
Tokoh & Narasumber:
- Dr. Lukman, S.T., M.Hum. – Kepala LLDIKTI Wilayah IV
- KH. Asep Saepul Alam, M.Pd. – Ketua Yayasan Tarbiyatul Islamiyah Condong
- Dr. KH. Mahmud Farid, M.Pd. – Rektor Universitas Riyadlul Ulum
- Dr. Ashary Ramdhani, M.Pd. – Wakil Rektor I
- Lestari – Kapokja Kelembagaan LLDIKTI IV