
WWW.CONDONG.ID – (Tasikmalaya). Ribuan santri bersama jajaran asatiz Pondok Pesantren Condong memadati Masjid Fatimah Azzahra pada Senin (2/2) malam. Pertemuan ini bukan tanpa alasan; mereka berkumpul untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban 1447 H dalam balutan tradisi spiritual yang kental.
Malam Nisfu Sya’ban, yang diyakini sebagai malam penutupan buku amal tahunan, diperingati oleh keluarga besar Pesantren Condong sebagai momentum untuk refleksi diri (muhasabah) sekaligus memperkuat ikatan batin dengan Sang Pencipta.
Khidmat dalam Lantunan Ayat dan Selawat
Kegiatan yang dimulai selepas salat Maghrib ini berjalan dengan penuh kekhusyukan. Sesuai dengan tradisi turun-temurun di pesantren tersebut, para santri mengawali prosesi dengan pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali.
Setiap putaran pembacaan Yasin disertai dengan niat yang spesifik. Bacaan surah Yasin pertama diniatkan untuk memohon umur yang panjang dalam ketaatan, bacaan kedua diniatkan untuk memohon rezeki yang halal dan berkah, dan bacaan terakhir diniatkan untuk memohon ketetapan iman hingga akhir hayat.
Suasana masjid semakin syahdu saat kegiatan berlanjut ke pembacaan Kitab Barzanji setelah melaksanakan sholat isya. Suara serempak ribuan santri yang melantunkan selawat dan sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW menciptakan atmosfer spiritual yang menggetarkan, memenuhi setiap sudut Masjid Fatimah Azzahra.

Menjaga Tradisi, Memperkuat Karakter
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus dipertahankan oleh pihak pondok. Bagi para santri, malam ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana edukasi mengenai pentingnya menghargai waktu dan momentum-momentum istimewa dalam kalender Hijriah.
Dampak dari kegiatan ini sangat terasa pada penguatan karakter santri. Dengan berkumpulnya seluruh elemen pondok—dari santri hingga para guru, dan pimpinan pondok—terjalin ukhuwah Islamiyah yang erat, sekaligus menanamkan nilai disiplin spiritual sebagai bekal mereka sebelum memasuki bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.
Hingga acara usai, para santri nampak membubarkan diri dengan tertib, membawa harapan baru untuk lembaran amal yang lebih baik di tahun yang akan datang. [LMR]
Editor: Naufal Hibban Firdaus