Ciamis, 15 November 2025 — Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Semester 1 melaksanakan praktikum lapangan ke sejumlah situs sejarah penting di Kabupaten Ciamis, Sabtu (15/11). Kegiatan ini berfokus pada pengenalan awal terhadap tinggalan arkeologi dan sejarah lokal di kawasan Priangan Timur, khususnya kawasan Karang Kamulyan, Astana Gede Kawali, dan Gunung Susuru.

Praktikum ini dipandu langsung oleh Dosen Pendamping Lapangan Bapak Dian Prayoga, S.Pd., M.Hum. serta Bapak Syarif Hidayat, M.Pd. Keduanya mendampingi mahasiswa dalam melakukan observasi, pencatatan data, serta diskusi lapangan mengenai nilai historis dan konteks kebudayaan setiap situs yang dikunjungi.
Ketua Program Studi SPI Bapak H. Deden Gumilang MN, M.Hum. menyampaikan apresiasi besar atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran berbasis pengalaman.
“Mahasiswa perlu merasakan langsung atmosfer tinggalan sejarah di lapangan, bukan hanya memahaminya dari buku. Dengan mengamati situs seperti Karang Kamulyan dan Astana Gede, mereka belajar bagaimana sejarah membentuk identitas masyarakat Priangan Timur,” ujarnya di sela pemantauan kegiatan.
Dosen Pendamping Bapak Dian Prayoga menekankan pentingnya kemampuan analisis situs untuk calon sejarawan.
“Di lapangan, mahasiswa belajar membaca jejak masa lalu melalui struktur, artefak, dan narasi lokal. Itulah modal penting bagi mereka saat kelak terjun dalam penelitian sejarah,” tuturnya.
Sejalan dengan itu, Bapak Syarif Hidayat mengapresiasi antusiasme mahasiswa sejak kunjungan pertama.
“Mereka terlihat sangat aktif berdiskusi dengan pemandu dan mencatat temuan-temuan penting. Ini awal yang bagus untuk membangun kompetensi penelitian sejarah yang berbasis pada sumber-sumber primer,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari mahasiswa. Khilda Aulia, salah satu peserta praktikum, mengaku pengalaman tersebut membuka perspektif baru dalam memahami sejarah lokal.
“Saya baru menyadari bahwa peninggalan seperti Kerajaan Galuh itu benar-benar nyata dan dekat dengan kita. Praktikum ini membuat sejarah menjadi lebih hidup,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Roihan Subhi yang menilai bahwa pembelajaran lapangan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.
“Melihat langsung tinggalan leluhur memberi kami semangat untuk menjaga dan melestarikan sejarah. Kegiatan ini sangat berkesan bagi kami sebagai mahasiswa baru,” katanya.

Melalui kegiatan praktikum ini, Program Studi SPI berkomitmen untuk terus memperkuat pendekatan pembelajaran kontekstual dan berbasis riset terhadap seluruh mahasiswa, khususnya dalam memahami khazanah sejarah Islam di Nusantara dan peradaban lokal yang berkembang di wilayah Jawa Barat.